IBX5A4B886D911B8 IP

My Life Journey - Sunali Agus

Showing posts with label IP. Show all posts
Showing posts with label IP. Show all posts
IP #333 "Mungkin karena Inilah, Muslim Harus Kaya"

IP #333 "Mungkin karena Inilah, Muslim Harus Kaya"

Dulu, yang ada. Inginnya belajar hidup Miskin dan Melarat saja. Tapi, Allah hendak mengajarkan sesuatu kepada saya, semenjak saya mulai Berwirausaha.

Mungkin karena inilah, muslim harus kaya. Ia bisa mencukupi diri dan keluarganya. Bermanfaat dan memberikan yang terbaik untuk Sesama, Agama, dan Negara.

sunali agus

*: Foto di salah satu Hotel di Indonesia. Setelah ada Undangan Khusus dari Google, dimana sebelumnya ada juga Undangan Khusus dari Facebook.

"Sedekah itulah salah satunya." Syair lama mengatakan, "Tiada dapat Memberi, kecuali dia memiliki." Ternyata, memang benar itulah yang saya rasakan.

Ketika kau ingin bisa Sedekah Jutaan setiap bulan. Maka paksakan diri terlebih dahulu, untuk Sedekah Puluhan Juta. Karena memang, "Begitulah sifat sedekah. Ia memang harus dipaksakan agar terbiasa dan menjadi biasa." .

Jadi jika ingin bisa dan ringan sedekah ratusan, sedekahlah dulu di awal jutaan. Jika ingin terbiasa jutaan, maka sedekahlah Puluhan juta. Dan seterusnya.

Begitupun dengan saya, agar ringan dan terbiasa sedekah jutaan setiap bulan, maka saya paksakan dulu untuk sedekah puluhan juta. Alhamdulillah, Allah berikan kemudahan hingga saat ini. Mohon doanya, semoga bisa terus meningkatkan.

Memang, mungkin karena inilah Muslim harus kaya.

Dia santuni, mereka yang tak punya. Dia beri, mereka yang kekurangan dalam hidupnya. Dia pun tak segan memberikan peluang dan kesempatan, bagi mereka yang membutuhkan.

Laskana pelita dari Cahaya-Nya, menerangi dan menghilangkan kegelapan dari gelapnya zaman Materialistik dan Kapitalisme belaka.

Hidupnya penuh dengan Pengabdian. Tak berharap lagi Pujian atau tak resah pula dengan Cacian. Karena balasan dari Allah, itulah yang ia Harapkan.

"Mungkin, karena inilah Muslim harus Kaya."

Prinsipnya sama, tetap harus Sederhana. Jangan sampai foya-foya. Karena dunia hanya sementara dan sebagai ladang belaka. Tapi Akhiratlah, tempat bertanggung jawab dan memanennya.
IP #332 "Belajar Muamalah dan Konsep Syariah"

IP #332 "Belajar Muamalah dan Konsep Syariah"

sunali agus

Lagi ngapain itu anak muda ?

Eh, ternyata lagi ngobrolin mengenai Property Syariah.

Jujur masih ingat betul. Ketika saya awal masuk di Property Syariah. Sempat direndahkan sama teman. Saya kenal beliau, dan beliau kenal saya. Karena satu fakultas saat itu, yaitu di Universitas Airlangga.

Apa yang beliau katakan ? Bener tidak ini. Masak beli Rumah tanpa ada Bank. Tanpa BI Checking. Tanpa Denda, Bunga dan tanpa Sita ?

Ya, kali itu saya sekedar post, "Mengenai Perumahan Syariah".

Sekali lagi, bener-bener murni syariah ya. Bukan seperti perbankan. Yang menggunakan embel-embel syariah, tapi belum tentu syariah.

Waktu berjalan, Alhamdulillah banyak sekali saya belajar. Belajar mengenai Fiqh Muamalah dan konsep Syariah di dalamnya.

Ya, kesukaan saya selain Mengajar dan Menulis. Berdagang atau Jualan, itulah salah satunya.

Jadi saya belajar, bagaimana Fiqh Muamalah dan Syariah yg bener. Terutama di perdagangan dan jualan.

Karena apa ? Karena kata Nabi Muhammad saw bahwa, "9 dari 10 pintu rezeki itu adanya di Bisnis/Usaha/Perdagangan/Jual beli".

Bukan di karyawan, bukan di cpns, bukan di bumn, bukan di rumah sakit, apalagi di caleg. Hehe #bercanda #punten

So, semangat buat teman-teman yang mulai wirausaha. Kalau bisa sekalian belajar Fiqh Muamalah dan konsep Syariah.

Karena dari Hadist Nabi Muhammad Saw., juga yg lain bahwa, "Kebanyakan penghuni neraka juga berasal dari Pedagang yang tak jujur."

Insya Allah, semoga Allah memudahkan kita semua.

"Kalau bisa membesarkan Bisnis dan Wirausaha sendiri, ngapain Harus Jadi Buruh dan besarkan Perusahaan orang lain."
IP #331 "Tentang Merantau"

IP #331 "Tentang Merantau"

Setelah saya pikir-pikir, ternyata saya ini lebih suka Merantau.

Gak tahu dah ? Pas di Rumah itu terasa kurang produktif. Jadi deh, akhirnya bosan gitu, ingin cepat balik. Agar bisa berkarya.

Tentu, tetap jalin silaturrahim dengan orang tua. Terutama minta doa beliau, dan berusaha memberikan yg terbaik ke beliau.

Insya Allah, skills hidup pun terasah. Gak tahu deh, nanti pas berumah tangga.

Menemani Istri di tempat kerjanya ? Atau bersama-sama merantau kembali ? Perjuangan masih panjang.

sunali agus

Ya, seperti Imam Syafi'i. Beliau merantau terus hingga akhir hayatnya. Dan dengan indah, beliau pun bersyair salah satunya mengenai Merantau.

"Tiadalah menetap bagi yang berakal dan punya cita-cita,
Tinggalkanlah watan dan berkelanalah."

"Pergilah, maka kau akan temui ganti terhadap apa yang kau tinggalkan,
Berlelah-lelahlah dahulu, karena kenikmatan hidup itu setelah kelelahan."

"Aku melihat air yang tenang pastikan keruh,
Sekiranya mengalir, maka eloklah ia. Jika tidak, pasti sebaliknya."

"Sang Singa, kalau tidak meninggalkan sarang pastilah tidak akan makan,
Sang Anak Panah, kalaupun dibiarkan pasti tidak mengenai sasarannya."

"Mentari kalau tak beranjak dari kedudukannya,
Pastilah bosan manusia melihatnya."

"Begitupun dengan Emas,
Ketika ia telah dipisahkan dan dimurnikan, maka tinggilah permintaannya".

Insya Allah, selamat melakukan perjalanan teman. Jangan mudah puas dengan zona nyaman. Karena pasti kau tak akan pesat berkembang. .

Merantaulah, tinggalkan zona nyaman. Pasti kau akan menemukan ganti terhadap apa yang kau tinggalkan dan merasakan kenikmatan setelah kelelahan.
IP #330 "Teman Perubahan"

IP #330 "Teman Perubahan"

"Orang kerdil adalah dia yang hanya memikirkan diri dan perutnya sendiri, dan kau akan mati sebagai orang kecil. Namun, ketika kau mulai memikirkan orang lain dan kebermanfaatan sesama, maka saat itulah kau akan menjadi orang besar."

sunali agus

*: Foto waktu Rihlah Halaqoh pertama waktu Maba di Univ. Airlangga Surabaya

Teringat saat itu, biasa anak desa lalu pertama kalinya ke kota. Sempet minder, dan benarkah saya selama beberapa tahun kedepan akan masuk kampus dan hidup di kota ? Itulah yang terlintas di benakku, ketika pertama kali menginjakkan kaki di Gerbang Universitas Airlangga.

Alhamdulillah, Allah memang Maha Baik. Setelahnya saya dikumpulkan dengan teman-teman Kerohanian Islam dan aktivis Masjid. Karena memang suka, dan saat itulah mulai ada perubahan diri.

"Halaqoh/Liqo'/Mentoring" itulah salah satu forum yang mengena bagi saya. Berbagi pandangan, diskusi, mengaji, berlomba kebaikan hingga rihlah/liburan buat tafakur alam dan refresh sejenak.

Mengagumkan memang, tak ada transaksi sedikit pun. Semua ikhlas. Ada yang bawa makanan, minuman, dan lainnya. Yang terpenting disitu, tak hanya belajar Ilmu, tapi tentang Akhlak dan Teladan itulah yang penting.

Di dalamnya pula, kau akan dipertemukan berbagai orang. Tak hanya 1 jurusan. Tapi, ya begitulah ujian berat. Dari puluhan kelompok dan puluhan anggota, hanya beberapa yang bertahan. .
Syukurnya, saya termasuk yang bertahan, dan menikmati di dalamnya.

Alhamdulillah, tiba-tiba rindu forum-forum ini. Karena semua kebanyakan telah kembali ke daerah. Membangun daerah, memberdayakan orang-orang disana, sekaligus, insya Allah berdakwah disana.

Ya, dalam benak selalu tertanam. "Kalau tak di dunia, siapa tahu di surga-Nya."

Sukses terus teman, perjalanan masih panjang. Insya Allah, semoga kita terus bisa bersama-sama dalam terus melakukan perubahan. Perubahan dalam arah kebaikan.
IP #329 "Belajar Mengerti dan Berjuang Bersama"

IP #329 "Belajar Mengerti dan Berjuang Bersama"

sunali agus

Setelah, saya pikir-pikir,...

Benar juga yang dikatakannya...

Bahwa, sering seorang penulis dianggap pengangguran, gak ada kerjaan,..

Karena apa ? Karena jarang keluar rumah,...

Belum lagi, jika punya usaha online. Bisnis digital, semua bisa dikerjakan kapan saja, tanpa harus mancet2, hujan2, panas2an, dan tak perlu ribet hal lainnya...

Pastinya apa ? Pastinya kamu akan dirasani dan digunjing,...

#huft .

"Tapi, yang menentukan hidupmu. Bukanlah mereka. Maka, selama itu yang kamu suka dan sesuai dg Hati. Lakukanlah sebaik mungkin. Biarlah karya dan hasil yang menjelaskannya."

Jadi, paling tidak berpikir. Semoga istri saya nanti bisa mengerti. Bisa saling menyemangati, dan tak malah ikutan nyinyir, apa kata orang,...

Mungkin sulit ? Tapi ada insya Allah. Dan bisa dikomunikasikan sepertinya... Hehe

"Menulis tuk buat tabungan amal nantinya. Nah, untuk hidup diambil dari hasil usaha/dagang dengan jalan yang halal."

So, tak pernah berharap dari uang royalti. Karena dari project, dari dagang, Alhamdulillah sudah cukup...

Insya Allah, semoga segera stabil, ada tempat sendiri, punya karyawan tetap, dan bisa mengembangkan terus nantinya...

"Mau kamu berjuang bersama ?" Hmm, tak perlu dijawab cukup hati yang tahu...
IP #328 "Keindahan Pagi dan Hakikat Pesan Nabi didalamnya"

IP #328 "Keindahan Pagi dan Hakikat Pesan Nabi didalamnya"

sunali agus

"Jika dunia hanya sementara. Maka mengapa engkau memperjuangkan, sesuatu yang telah kau ketahui bahwa itu akan kau tinggalkan."

Beberapa hari ini, mengevaluasi terhadap apa yang telah terjadi.

Dunia dan bersifat segala materi meliputi banyak hal dalam kehidupan. Menariknya, ia begitu mengagumkan.

Siapapun yang telah terserat ke dalamnya, bagaikan meneguk air di tengah lautan. Semakin ia minumnya, maka semakin hauslah yang dirasakannya.

Karenanya hati-hati. Kalau kata kyai, "Godaan terbesar laki-laki adalah wanita, sedangkan godaan terbesar wanita ialah harta".

Maka wajar, jika pada umumnya laki-laki mencari yang cantik rupanya, dan wanita mencari yang banyak hartanya.

Begitulah dunia. Tapi terakhir dariku, "Jika kau mencari bahagia dengan hanya menuruti nafsu, maka berjalanlah dan lakukanlah semau-maumu."

Oleh karenanya, Nabi Muhammad saw., berpesan,

"Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 (empat) penyakit dalam dirinya:

Kebingungan, yang tiada putusnya; Kesibukan, yang tidak ada ujungnya; Kebutuhan, yang tidak terpenuhi; dan Keinginan, yang tidak tercapai.”

(HR. Ath Thabrani)
IP #327 "Ketika Sudah Masanya Melamar"

IP #327 "Ketika Sudah Masanya Melamar"

sunali agus

Hmm, tahun depan sudah usia 25 wouy,... 

Rasulullah saw., menikah pada usia 25, dimana beliau sudah berkecukupan. Nah, saya dan kamu kapan ???

"Mas, masak kamu akan kasih makan cinta ke anak saya nanti. Berapa gajimu?"

"Insya Allah, dengan 'cinta' saya akan berusaha dengan sebaik-baiknya membahagiakan putri bapak, mencukupinya dan tak akan membuatnya sedih".

Begitulah, semisal nanti ketika ditanya, ayahnya si calon jawab gitu gimana ya ??? Hehe 

Seorang teman berkata, "Jika kamu nantinya ditolak gara-gara materi, maka buktikan masa depan. Dan buat ia menyesal yang telah menolakmu saat ini."

"Masuk, insya Allah dah. Allah yang Maha Mengatur Rezeki, tahu yang terbaik."

Semoga dengan adanya 'Mawaddah' akan membawa 'Rahmah' dan melahirkan 'Sakinah'.

Toh, bahagia bukan hanya karena banyaknya harta. Tapi bagaimana mensyukuri apa yang ada. Meridhoi apa yang ada, dan semoga Allah meridhoi kita.

Begitulah, "Rodhiyatan Mardhiyyah", agar mendapat ridha Allah Swt., maka kita harus ridha terlebih dahulu terhadap apa yang Allah berikan.
IP #306 "Hobi Baru : Pengembang Aplikasi"

IP #306 "Hobi Baru : Pengembang Aplikasi"

Mencoba berbagai macam hal baru, seolah menjadi ketertarikanku. Tapi, digarisbawahi ya, tidak akan ku coba-coba terkait pasangan, bangsa tanah kelahiran, dan juga agama sebagai pedoman kehidupan.

Terserah engkau kawan, mau sedikit menghargai atau malah memberikan caci. Mau memberi apresiasi atau hanya menimbulkan iri. Aku pun berdoa, semoga engkau pun nanti, mau turut untuk berkontribusi, bukan hanya memikirkan diri sendiri.





Silahkan bisa cek beberapa aplikasi Android yang telah berhasil saya buat dan telah saya upload ke Google Playstore. Besar harapan saya, semoga bisa memberi manfaat kepada siapa saja yang telah mendownloadnya dan berkenan membagikannya kepada yang lain.

Ini adalah salah satu karya anak bangsa, Indonesia. Semoga kedepannya, bisa lebih memperbaiki dan tentunya menghasilkan aplikasi-aplikasi yang berguna untuk sesama, terutama untuk warga Indonesia.

Terakhir, jangan lupa memberi review baik bintang dan komentar ulasan. Semua masukan sangat diterima.
pengembang aplikasi android Indonesia
Bila ada pertanyaan, bisa langsung menghubungi saya di WA (089678370363).
IP #305 "Tentang Amal Yaumi."

IP #305 "Tentang Amal Yaumi."


Malam ini, tiba-tiba ingin menulis sedikit mengenai ini, yaitu mengenai Amal Yaumi. Amalan sehari-hari yang kita lakukan.

Bagaimana kabar sholat kita? Masihkah menunda-nunda, dengan beragam alasan mendadak didalamnya? Atau sekarang malah tak hanya menunda, tapi sudah berani meninggalkannya? Jangankan yang sunnah, yang wajib pun masih belum bisa.

Bagaimana dengan tilawah Quran kita? Sudah benarkah tahsin, tajwid, dan cara-cara membaca kita? Jangan tanya pula, mengenai hafalan Qur'an kita, menyempatkan sehari, satu lembar saja sudah mulai tak bisa. Beragam kesibukan, seolah telah menyita waktu kita. Banyak pula ayat dan surat yang terlupa, ketika hafalan waktu kecil dulu di TPA.


* : Foto diambil waktu nguji hafalan Qur'an salah satu santri di TPQ yang ada di Surabaya

Bagaimana dengan sedekah? Masih rutinkah? Atau sekarang, malah tak sudah tak pernah? Jangankan mengisi kotak di masjid secara sukarela, sekedar sedikit memberi pada orang yang meminta saja, itupun hati kita seolah terpaksa. Grundel, dan malah menyalahkannya, bahkan tak jarang hanya ingin dilihat oleh sesama.

Bagaimana kabar puasa? Masihkah kita membiasakan diri dan mengendalikan hati, tuk melawan nafsu yang hanya mengarah pada perbuatan keji? Jangankan bisa senin-kamis, 'ayyamul bidh' pun kini tak mampu. Bahkan sudah mulai menahan dan berniat puasa, karena tertipu bujuk rayu, akhirnya pun buka. Kan hanya sunnah, ditinggal pun tak ada dosa.

Bagaimana dengan ibadah-ibadah yang lainnya? Bagaimana pula kualitas keilmuan agama kita?

Sunali Agus - Motivator dan Inspirator

Banyak yang memikirkan bagaimana supaya bisa hidup enak. Namun, banyak bahkan lebih banyak lagi yang lupa, lupa memikirkan bagaimana bisa mati dalam keadaan baik pula.

Mumpung masih ada waktu, mari kita perbaiki. Sebisa dan sedini apa yang bisa kita lakukan. Sungguh, Allah tetap memaafkan dan membuka pintu taubat, selama nyawa itu masih belum di kerongkongan.





"Allah tak membenci para pendosa. Tapi yang Allah tak suka adalah perbuatan dosanya."
IP #304 "Ashabul Kahfi"

IP #304 "Ashabul Kahfi"

Pernahkah kamu dengar atau baca cerita segolongan pemuda yang bersembunyi dibalik gua? Tahukah kamu apa dibalik makna 'Ashabul Kahfi'? Saat itu pula, ternyata ada salah satu anjing, yang digadang-gadang masuk surga, tahukah pula kamu, apa alasannya?

Begitulah, kisah pemberharu selalu identik dengan pemuda. Kisah penentang kedzoliman, seolah selalu diawali dari segolongan anak muda yang memang berani beda. Bukan ikut-ikutan banyak orang, tapi ia punya prinsip, dasar dan ideologi yang memang telah tertanam dan ditanamkan dalam hati dan pikirannya.

Sunali Agus

Masih adakah ideologi sebagai landasan berpikir kita teman? Masih murnikah setiap keputusan yang kita lakukan? Seolah-olah sedang berada dalam kesibukan, ternyata tak produktif waktu yang kita telah habiskan.





Memang selalu saja menakjubkan, apa yang dilakukan dan apa yang mampu dituliskan oleh orang-orang sholeh dalam sejarah kehidupan.

"Rabbana aatinaa milladunka rahmah. Wahayyi'lana min amrinaa rosyadaa."

"Duhai Tuhan kami, berilah kami rahmah dari sisi-Mu. Dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi setiap urusan kami."

Sunali Agus

Begitulah, sedikit doa yang diajarkan dan telah tertuliskan dalam Al-Qur'an, untuk saat ini, yang dulu dan yang kemudian. Semoga engkau pun berkenan tuk mengamalkan.

*: Foto diambil di Pondok Pesantren Ashabul Kahfi Tuban, yaitu Pondok Pesantren yang ada di dalam Goa
IP #303 "Semoga Saja Masih Ada Waktu."

IP #303 "Semoga Saja Masih Ada Waktu."


Suatu waktu, Yusuf pernah bermimpi, "Ada matahari, bulan, dan 9 bintang yang bersujud di depannya."

Setelah sekian lama, ternyata itu adalah pertemuan kembali ia dengan ayah, ibu, dan saudara-saudaranya.





Suatu ketika pula, Ali menyimpan rasa dalam-dalam di hatinya. Melihat saingannya seperti Abu Bakar dan Umar, yang ditolak ketika melamar. Ia pun semakin minder dan tak percaya diri tuk mengungkapkan.

Tapi ternyata, Muhammad pun berkata, "Allah telah menikahkanmu dengan Fathimah, itulah yang tertulis dulu disana."

Begitulah, insan manusia. Ia tak tahu apa yang terjadi kedepannya. Tak tahu pula, apa yang bakal ia terima atau apa yang akan diambil darinya.

Sunali Agus

Tiba-tiba, saat itu ada sesuatu yang menarik perhatianku. Aku pun berharap, semoga suatu waktu, bisa menceritakan kepadamu, duhai kekasihku.

Bercerita dan mengawali kebersamaan hingga langit pun cemburu dan menitikkan air matanya, karena ada seorang bidadari yang rela turun dari surga tuk hanya ingin mendampingiku.

Itukah kamu? Semoga saja, sempat ada waktu tuk bertemu bahkan bersama mempersiapkan surga sebelum surga yang sesungguhnya.

"Rabbisijnu ahabbu ilayya mimmaa yad'uu nanii ilaihi wa illa tashrif 'annii kaida hunna ashbu ilaihinna wa akumminal jaahiliin", begitulah kata Yusuf sebagai penutup diakhir tulisan.

Sunali Agus

*: Foto diambil di salah satu taman di Kampus Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM)
IP #302 "Mengistomahkan Impian."

IP #302 "Mengistomahkan Impian."

Terkadang perjalanan harus melelahkan. Terkadang perjuangan harus penuh dengan tantangan. Begitupun dengan impian, ia pun perlu dengan perencanaan.

Beberapa teman berkata, "Tak usah mimpi terlalu tinggi, kamu harus tahu diri. Tak perlu bermimpi tentang masa depan, karena harapan sering tak sesuai dengan kenyataan. Hidup itu mengalir saja, seperti air yang mengalir." Dan masih banyak lainnya.

Tapi, bukankah ikan yang mengikuti arus air itu hanya ikan yang mati? Bukankah pula, Nabi Muhammad dulu pernah bermimpi jauh kedepan, walaupun saat itu sedang penuh kesulitan dan kesusahan di tengah-tengah perang? .

Jika orang lain, mulai tak percaya dengan mimpimu, maka cukuplah 1 orang yang mempercayaimu yaitu dirimu. Jika semua orang mulai meninggalkanmu, maka ingatlah Allah selalu bersamamu dan terbuka untukmu.

Jika saja, saat itu aku mulai kendor akan mimpi-mimpi itu. Mungkin tak pernah aku merasakan bagaimana rasanya naik pesawat ke luar negeri. Bagaimana menginjakkan kaki di tanah negeri orang lain. Bertemu dan melihat beragam perbedaan.

Mungkin pula, tak pernah diri ini bisa kuliah dan mendapat beasiswa untuk sarjana pertama dari kalangan keluarga. Mungkin, jika aku menurut pada kata orang, tak akan ada pula buku karyaku di tengah-tengah rak toko-toko buku di seluruh Indonesia.

Jika saja, aku tak punya mimpi dan malah percaya pada orang yang memang merendahkan. Tak akan mungkin pula, diri ini bisa merasakan suasana organisasi dan dipercaya jadi ketua saat itu. Mungkin pula, tak akan pernah kurasakan hidupku saat ini.

Terakhir, semoga engkau mulai berani bermimpi. Berani beda pada yang biasa. Dan jangan lupa niatkan semua untuk ibadah kepada-Nya. Serta tak lupa, bahagiakan selalu orang tuamu, khususnya Ibumu.

Mari sama-sama merawat mimpi, dan mengistiqomahkan impian. Terakhir sekali, semoga suatu waktu kita bisa berjumpa di dunia. Kalaupun tak di dunia, semoga bisa di Surga-Nya. Aamiin. Jangan lupa ya ^_^

Sunali Agus

*: Foto diambil di salah satu universitas di Malaysia

Motivator dan Inspirator Muda Indonesia




IP #301 "Sesuatu yang Berbinar, Apa Itu?"

IP #301 "Sesuatu yang Berbinar, Apa Itu?"

Suatu saat, ketika masih kecil. Salah satu kebiasaan saat itu, di malam hari yaitu menonton tv dan bercengkrama dengan keluarga dan juga tetangga.

Salah satu iklan dari salah satu stasiun televisi Indonesia sebelum memulai siaran, yaitu ditampilkan keindahan Indonesia. Salah satunya yaitu ada ibu-ibu yang berjualan diatas sungai dengan perahu. Sejak saat itu pula, terbersit dalam hati untuk bisa mengunjungi dan melihat proses jual belinya secara langsung.

Selang beberapa tahun, Alhamdulillah, akhirnya bisa melihatnya secara langsung yaitu jual beli dan transaksi diatas perahu. Tepatnya, yaitu di salah satu pasar tradisional daerah Hatyai, Thailand.

Motivator dan Inspirator Muda Indonesia - Sunali Agus

Terlihatlah, berkumpul semua usia dari anak-anak hingga dewasa. Ternyata, tak hanya transaksi jual beli yang terjadi disitu. Ada juga pertunjukan budaya daerah setempat semisal tari, permainan musik, dan lain sebagainya.

Seolah tak ada kebencian dan kecurigaan disitu. Semakin tambah surut matahari, semakin pula bertambah ramai. Memang benarlah suatu ungkapan bahwa, "Tuk jadi baik, jadilah manusia seutuhnya. Sebelum kamu beragama, sudah selayaknya ia belajar bagaimana fitrahnya manusia."

Kau tahu? Saat itu pula ku melihat sesuatu yang berbinar, seolah ada harapan di masa yang akan datang. Saat itu pula, entahlah tiba-tiba ku ingin berjanji dalam hati, insya Allah akan berkontribusi untuk negeri. Kalaupun belum bisa luas nantinya yang bisa ku lalukan, minimal paling tidak bisa berguna untuk tanah kelahiran yaitu di kabupaten Tuban.

Motivator dan Inspirator Muda Indonesia - Sunali Agus

* : Foto diambil di salah satu Pasar Tradisional di Thailand



IP #300 "Dasar dari segala sesuatu adalah cinta."

IP #300 "Dasar dari segala sesuatu adalah cinta."

Dengannya seorang ibu rela mengandung, melahirkan, menyusui dan memelihara dengan penuh kasih sayang. Dengannya pula, seorang guru rela memeras akal dalam melakukan pengabdian. Bahkan, dengannya pula, harimau yang ganas pun merawat anaknya dengan penuh kelembutan.

Oleh karenanya, jujur saya kurang setuju dan kurang sepakat dengan orang-orang yang berkata, "Kamu mau menikahi saya, modalmu apa? Atau ada juga yang berkata, memangnya kamu punya apa, mau menikahi anak saya?"

Begitulah zaman sekarang, materi telah begitu membutakan bahkan membuat sumbu pendek suatu akal pikiran.

Sunali Agus - Motivator Muda Indonesia

Jika seseorang sudah jatuh cinta, maka salah satu sifatnya ialah ia tak akan pernah menyakiti yang dicinta. Dengan sekuat tenaga, ia pasti akan berusaha membuat hatinya bahagia.

Tapi, masih adakah zaman sekarang orang tua yang memikirkan hal itu? Mungkin juga, masih adakah seorang gadis yang menginginkan sesuatu yang murni seperti itu?

Hmm, mungkinkah karena hal ini pula, seorang lelaki bekerja dari pagi hingga malam hari tuk hanya mendapat sebuah materi? Yang perlu dipertanyakan lagi, masih adakah lelaki yang juga mau mencintai dengan setulus dan seikhlas hati?

Ya, cinta sekarang sudah tak lagi jadi suatu kata yang sakral dan malah mudah tuk diobralkan.

Tapi, diri ini pun masih percaya bahwa segala sesuatu memang berasal dari cinta. Mungkin karena cinta pula, Muhammad diangkat sebagai Nabi, dan seseorang terpilih menjadi Wali.

Sunali Agus - Motivator Muda Indonesia





IP #299 "Dari Digital Marketing Hingga Property Syari'ah"

IP #299 "Dari Digital Marketing Hingga Property Syari'ah"

Kesuksesan setiap orang beda-beda. Ada yang begitu mudah jalannya, namun ada juga yang harus terjatuh-jatuh dulu melaluinya. Jalan kedua itulah mungkin jalanku, dimana diri ini harus terjatuh dulu bahkan harus selalu membuat diri ini agar selalu dalam keadaan tertekan selalu. Dengannya, mau tidak mau diri ini harus segera keluar dari zona nyaman dan memaksimalkan segala peluang dan kesempatan.

Mungkin jika diri ini tak memutuskan tuk keluar dari zona nyaman, mungkin usaha/ bisnis yang dulu kubangun tak akan jalan lagi. Disamping itu, mungkin aku tak akan mengenal pula dunia digital marketing hingga akhirnya kemarin diminta bantuan untuk mengurusi bisnis property syari'ah dengan wilayah cukup luas menurutku yaitu Jawa Timur (Jatim). .

Masih teringat, diri ini saat itu pernah bercerita kepada seorang teman bahwa "Enak ya, kayaknya bisnis property, yang syari'ah tapi." Dengannya, bisa membantu tanpa menekan. Dengannya bisa memberi tanpa harus mencaci. Dengannya pula dapat ikut berbagi tanpa mencekiknya. Karena sesuai konsep syari'ah yang tanpa bunga, tanpa riba' dan lain sebagainya.


Alhamdulillah, dengan seiring berjalannya waktu. Impian itu kini terwujud begitu saja. Insya Allah siap membantu dan mengerjakan proyek-proyek dimasa yang akan datang.

Nanti bisa menghubungi saya untuk teman-teman yang punya orang tua, saudara, tetangga dan lainnya yg butuh rumah, atau yg lain di wilayah Jawa Timur seperti Surabaya-Tuban-Bojonegoro-Lamongan-Malang-Banyuwangi-Blitar-Gresik-Mojokerto-Madura- dan lain-lainnya.

Inspirator dan Motivator Muda Indonesia

Terakhir, lihatlah air. "Ketika ia diam, maka keruhlah ia. Namun, ketika kembali ia mengalir, maka jernih pulalah dia."

Oleh karenanya, segera keluar dari zona nyaman, insya Allah engkau bakal menemukan keagungan dan kebesaran Tuhan.



IP #298 "Memanusiakan Manusia."

IP #298 "Memanusiakan Manusia."

Hari ini, ingin sedikit menulis tentang hal ini. Tahulah, siapa saja bahwa anak sains apalagi jurusan biologi. Maka kegiatan Lablah, lebih banyak dibanding kegiatan di luarnya.

Hingga suatu waktu, ada seorang teman yang bernasehat, waktu itu di salah satu kesempatan hari raya 'idul fithri kalau tak salah. "Sun, sering-sering bergaulah dengan manusia, agar engkau mengerti manusia."

Sedikit, namun begitu mengena. Sudahkah kita mencoba memikirkan sesama, minimal tetangga kita? Sudahkah tahu, bagaimana kabar keluarga dan sanak kerabatmu ? Dan lain sebagainya.

Tepat siang tadi, tiba-tiba semua data di Line dan Whatsapp ke format, dan hilanglah data-data terutama data ibu-ibu rumah tangga dan katering yang ada di Surabaya.

Kebetulan saat itu pula, ada yang pesan nasi sekitar 60 porsi. Alhamdulillahnya, sudah mengenal dengan baik, salah satu ibu yang menjadi langganan. Akhirnya pun kembali menghubungi beliau.

Satu yang paling membekas dan kuingat waktu itu, yaitu rasa terimakasihnya. "Terimakasih ya mas, atas bantuannya (sambil terlihat senyum antara anak dan ibunya saat itu, tanda bahagia yang tak mampu diucapkan oleh kata-kata)."

Alhamdulillah, melalui ini pula saya lebih mudah berbagi bagi sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan makanan.


Tiba-tiba, kemarin pula ada yang bertanya, "Dapat apa kamu dari usahamu ?". Entahlah, lisan ini hanya berucap, " Tak dapat begitu banyak, karena ini hanyalah baru investasi."

Teringat pula, salah satu nasehat pengusaha besar suatu waktu bahwa, "Jika kau tak rela tidak digaji minimal 3 tahun, maka belumlah pantas aku berinvestasi di usaha kamu."

Inspirator dan Motivator Muda Indonesia

Begitulah, yang namanya perjuangan. Yang terpenting, selalu niatkan untuk ibadah. Kalaupun tak dapat di dunia, semoga kelak kita bisa memanennya.




IP #297 "Melihat Perubahan."

IP #297 "Melihat Perubahan."

Akhir-akhir ini, selain kembali lagi belajar sesuatu yang baru seperti bisnis online, digital marketing, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan internet.

Diri ini selalu ingin menyempatkan diri, walau sebentar untuk berada ditengah-tengah pasar.

Disanalah terlihat sekali perubahan. Walaupun ada juga yang masih konvensional seperti mendorong gerobak dagangan, mencari tempat jualan, dan lain sebagainya. Namun, ada satu hal baru yang kuamati yaitu mereka juga sudah berinovasi terhadap produk-produknya.

Inovasi terhadap bentuknya, namanya, rasanya, dan lain semacamnya. Yang bila semakin aneh, maka semakin menarik konsumen dan otomatis semakin naik pula omsetnya.

Perubahan Digital

Dunia sudah masuk digitalisasi. Salah satunya, sekarang sudah mulai berkurang orang yang membaca buku karena lebih memilih beli dan baca ebooknya. Disamping itu, transaksi jual beli online pun semakin meningkat. Karena selain harga yang lebih murah, para konsumen tak perlu lagi keluar tenaga, membuang waktu percuma, atau bahkan membeli bensin untuk ke tempat produk yang ingin mereka beli.

Mungkin saat ini, masih ada beberapa yang belum mengikuti seperti generasi tua. Namun, jika para anak muda tak tahu dan tak mahu tahu, maka yakinlah ia akan tertelan oleh zaman.

Inspirator dan Motivator Muda Indonesia

Karena saatnya perubahan, tak ada yang namanya ketinggalan. Mari terus bergerak, agar tidak menjadi individu yang tergantikan.




IP #296 "Hidup = Berladang"

IP #296 "Hidup = Berladang"

Setiap orang dalam kehidupan, seperti berladang. Ada yang menjadi petani, namun tak sedikit yang memilih menjadi buruh tani di ladang orang lain.

Diri ini, begitu kagum dengan mereka yang memilih menjadi petani dan berladang di ladangnya sendiri. Walaupun pasti banyak resikonya, dari perawatan hingga pemanenan. Tapi mereka ikhlas menjalani, syukur-syukur tidak hanya memenuhi kebutuhan mereka sendiri, namun juga mampu memberi kecukupan bagi mereka yang ingin menjadi buruh tani.

Tugas setiap manusia, bukanlah memikirkan untuk menumbuhkan hingga membuat tanaman panen. Tapi tugasnya, hanyalah terus berladang dan terus menanam. Karena tugas menumbuhkan dan membuat panen tidaknya, itu adalah urusan Tuhan.


Begitupun dalam hidup, ada yang berusaha membuka wirausaha namun banyak juga yang memilih menjadi karyawan dan bekerja untuk orang.

Terakhir, pesanku untuk diriku dan kamu temanku. Usahakan untuk terus berladang dan syukur-syukur jika mampu memberi ladang pada yang lain.

Salah satu pesan dari Jack Ma (Founder Alibaba Group) yang masih terngiang-ngiang dalam hatiku yaitu, "Setiap malam aku bertemu dan melihat generasi muda dengan banyak ide cemerlangnya. Namun anehnya, ketika pagi datang ia pun kembali ke rutinitas untuk menjadi pekerja dan melupakan ide-idenya begitu saja."

Untuk saat ini, baru berusaha membuat ladang :
- Di bidang kuliner, melalui eKulinery.com (@eKulinery), selengkapnya bisa dibaca di eKulinery 


- Di bidang pendidikan, melalui LBB Nurul Ilmi Surabaya (@nurulilmisby), selengkapnya juga bisa dibaca di LBB Nurul Ilmi Surabaya atau klik link https://sunaliagus.blogspot.co.id/2017/06/lbb-nurul-ilmi-surabaya.html



Insya Allah, semoga bisa terus memberi manfaat kepada sesama. Sekali lagi, jangan lupa niatkan semua untuk ibadah kepada-Nya.
IP #295 "Hijrah, Memulai Sesuatu yang Baru"

IP #295 "Hijrah, Memulai Sesuatu yang Baru"

Tepat di akhir Oktober atau awal bulan November 2017, terhitung selama kurang lebih 1 tahun diri ini mengabdikan diri dibidang pendidikan, walaupun terkadang-pindah baik pada lembaga non formal atau lembaga formal.

Hari itu pula, kuberanikan diri untuk berpamitan dan memohon maaf tentunya bila ada kesalahan. Karena jika terus kulakukan untuk berada di zona nyaman, kapan ada perkambangan untuk di masa yang akan datang.


Akhirnya, inilah saatnya bagiku untuk menjalani sesuatu yang benar-benar baru dalam hidupku yaitu berbisnis di bidang kuliner. Lebih tepatnya yaitu eKulinery (eKulinery.com, Suatu Situs Marketing dan Jual Beli Online Kuliner Termurah dan Terpercaya).

Ya, mungkin diriku tak sebaik-baik guru-guru yang lain. Mungkin pula, tak sesabar dan seikhlas para guru yang telah mengabdi dengan masa yang terlampau lama. Sekali lagi, terimakasih. Akhirnya, diriku pun bisa mewujudkan salah satu cita-citaku waktu SMP dulu yaitu ingin menjadi guru.

Perjalanan kedepan, masih panjang. Semoga selalu ada cahaya ditengah kegelapan. Selalu ada harapan, ditengah rasa keputusasaan.

Seorang siswi dengan polosnya pun tiba-tiba berkata sembari rasa malu, "Jangan lupa untuk menikahnya, keburu tua nantinya."

Hmm, sebetulnya diri ini masih ingin berlama-lama di bidang pendidikan ini. Bercanda tawa, saling menggoda, dan tentunya belajar bersama. Namun, ketika ini saja yang saya lakukan, 'Kapankah diriku bisa untuk menjadi dewasa?'

Ya, Alhamdulillah, ternyata masyarakat pun menyambut bisnis eKulinery ini pun juga cukup besar. Baik dari kalangan investor, pedagang kuliner, ataupun dari para pembeli dan penikmat kuliner.

Sekali lagi, terimakasih dariku dan mohon maaf dari seikhlas hatiku. Semoga kau berkenan tuk mendo'akanku selalu dan tak lupa tuk memaafkanku.

*: Foto diambil ketika setelah pamitan dengan para guru dan murid-murid
IP #294 "Penenang dan Penyejuk Hati"

IP #294 "Penenang dan Penyejuk Hati"

Tak perlu khawatir, ketika semua makhluk dan manusia mulai meninggalkanmu. Walaupun dulu mereka mengenalmu, bahkan menyanyangimu.

Tetapi, mulailah resah bahkan galau segalau-galaunya. Sedih sesedihnya, menangis semenangisnya. Ketika Allah mulai meninggalkanmu, bahkan membenci dirimu.

Itulah sedikit nasehat, dari seorang guru dulu. Semoga kau selalu mengingatnya dan tak perlu kecewa ketika manusia mulai menjauhimu, membencimu, hingga mengghibah dan mencari terus aibmu.

Begitulah, memang Allah. Ketika yang lain menjauhi, Dia malah setia terus menemani. Ketika yang lain, terus menanam benci, Dia tak pernah sedikit pun untuk tak mencintai.

Terakhir, ketika dirimu memang sedang mendapat ujian baik ringan, sedang hingga berat atau saat ini dan yang akan datang. Ingatlah, "Mungkin Allah sedang rindu rintihan kita. Sedang rindu, kata-kata keluh kesah kita. Hingga rindu kita untuk kembali bermesraan dengan-Nya."


Contact form

Name

Email *

Message *