IBX5A4B886D911B8 Perjalanan Hidup

My Life Journey - Sunali Agus

Showing posts with label Perjalanan Hidup. Show all posts
Showing posts with label Perjalanan Hidup. Show all posts
IP #364 "Tentang Ngalemnya Anak"

IP #364 "Tentang Ngalemnya Anak"

Sejak awal mula kelahirannya hingga sekarang, terasa sekali betapa ngalemnya dia ke saya, yang selaku ayahnya. 

Perjalan Hidup Sunali Agus

Waktu masih sangat kecil baru beberapa bulan setelah lahir, pasti jika saya tinggalkan buat kerja, kata istri dan mbah utinya, tiba-tiba ia menjadi sangat rewel, entah menangislah, tidak tidur-tidur, ini itulah dan lain-lain. 

Eh, tak terasa sekarang sudah 1,5 tahunan. Ngalemnya pun berbeda yaitu apa saja harus sama ayahnya. 

Mulai dari memakaikan celananya, bajunya, bedaknya dan lain-lain harus sama ayahnya. Bahkan ketika mau dipakaikan sama bundanya, eh langsung direbut dan dikasihkan ke saya untuk memakaikannya. 

Ya, mungkin beda-beda ngalemnya setiap anak, dan berubah setiap perkembangan usianya. 

Terasa dulu, takut sekali mau gendong anak pas baru lahir. Takut inilah, itulah. Namun, akhirnya bisa dan biasa juga gendong anak. Bahkan seolah lengket sekali ia dengan ayahnya sampai sekarang. 

Tidak tahu, benar atau tidaknya kata orang-orang bahwa, "Biasa anak perempuan itu ngalemnya ya sama bapaknya atau ayahnya."

Wkwkwk, jadi kayaknya bukan saya aja yang mengalami. Kayake sih, semua ayah atau bapak, yang punya anak perempuan juga mengalami dan merasakan yang sama. 

Satu hal yang pasti adalah "Tidak ada orang tua, yang mau menjerumuskan atau menyakiti anaknya."

Insya Allah, tetap belajar selalu. Walau jujur, masih banyak sekali kurang dan salahnya. 

Semoga Allah selalu memudahkan kita semua dalam segala urusan kita semuanya, Aamiin...

IP #363 "Tentang Momong Anak"

IP #363 "Tentang Momong Anak"

Momong, pekerjaan yang seolah sepele tapi kompleks luar biasa. Hahahaha

Makanya sering kagum pada bu ibu, termasuk kepada Istri saya,...

Inspirasi Perjalanan Hidup Sunali Agus

Catatan penting sih, kalau lagi momong kudu 100% fokus kita ke dia.

Kalau disambi pegang hp, main hp, mikir ini itu, jelas dan bisa dipastikan dia akan rewel, 

Entah tingkah ini, tingkah itu, puncaknya kadang teriak kadang nangis wkwkwkwk

Karena mau perhatian dan fokus kita 100% ke dia. 

Inspirasi Perjalanan Hidup Sunali Agus

Begitulah hidup, terus belajar dan terus berjalan, insya Allah semoga Allah selalu memudahkan kita semua... Aamiin

IP #362 "Memutuskan Beli Kavling Tanah"

IP #362 "Memutuskan Beli Kavling Tanah"

Segala sesuatu perlu suatu pertimbangan, apalagi dalam hal membeli properti baik tanah kavling atau rumah.

Jadi sebelum memutuskan ini itu, pasti saya telah melalui banyak sekali pertimbangan.

Entah diskusi dengan istri, sholat istikhoroh, dan lain-lain.

Satu yang pasti yaitu "Tidak boleh Riba' dalam membeli".

Sunali Agus Beli Tanah Kavling Cash Tanpa Riba

Alhamdulillah, Allah berikan kemudahan bagi kami dalam hal rezeki.

Walaupun sebelumnya, saya sendiri berulang kali kena tipu. Dikarenakan terlalu polos yang menganggap semua orang baik, dan terlalu mudah percaya sama orang.

Entah dengan modus investasi bagi hasilah, investasi ini itulah.

Yang dimana setelah saya transfer uang, orangnya menghilang dan tidak bisa dikontak lagi.

Jadi memang pelajaran yang berarti bagi saya, untuk berhati-hati kedepannya. Semoga Allah menjaga kita semua nantinya.

Disamping itu, salah satu pertimbangan lainnya yaitu nanti rumahnya harus dekat dengan masjid.

Karena jujur, saya lebih suka anak-anak saya nantinya lebih suka bermain ke masjid artinya bisa lebih mudah mengenal Allah dan bisa sholat 5 waktu tepat waktu tentunya.

Alhamdulillah, 2 kavling yang kami beli (ukuran 7mx15m sebanyak 2 kavling) letaknya pas di depan masjid.

Jadi, sudah kami niatkan juga, semisal ada rezeki nantinya selain bangun rumah juga akan ikut Jariyah untuk Pembangunan Masjid.

Sunali Agus Jariyah Bangun Masjid

Akhirnya setelah semua dirasa sesuai dan aman tentunya sertifikat properti yang dijual.

Salah satunya tanya ke orang kelurahan, tanya ke pembeli sebelumnya, dan lain-lain.

Akhirnya kami pun memutuskan untuk beli dan lewat Notaris agar aman dan tidak repot.

Karena dengar-dengar cerita, kalau ngurus sertifikat sendiri itu agak ribet. Tahu sendirilah gimana birokrasi saat ini di Indonesia. Sampai ada candaan,"Kalau bisa dipersulit, ngapain dipermudah."

Jadi harapannya dengan lewat Notaris, kami tinggal terima jadi saja nantinya.

Sunali Agus Beli Tanah Kavling

Notaris Budi Atmoko Lamongan (Belakang BPN Lamongan)

Oh iya, satu lagi yang membuat saya yakin beli tanah disana adalah pas setelah istikhoroh.

Dimana saya bermimpi, beli tanah yang bisa tanam-tanam nantinya.

Nah, insya Allah di 2 tanah kavling yang saya beli ini, selain dibangun rumah, insya Allah akan disisakan tanah juga buat tanam-tanam nantinya.

Entah tanam sayuran, buat kolam ikan, atau hal-hal lainnya. Yang pasti ada tanah buat tanam-tanah.

Eh iya, salah satu alasan mengapa tidak jadi ambil perumahan yang sudah langsung jadi adalah karena Istri tidak mau, katanya tanahnya kecil-kecil kalau perumahan dan istri ingin bangun sendiri.

Jadi akhirnya pilihan jatuh pada beli tanah kavling. Karena ingin yang agak luas, makanya kami memutuskan beli 2 tanah kavling secara cash tanpa riba.

Semoga prosesnya lancar nantinya, termasuk saat proses pembangunan nantinya. Aamiin.

Eh malah kepanjangan tulisannya. Hahaha

Demikian tulisan kali ini, semoga teman-teman semua bisa beli Tanah, Rumah atau Properti juga secara Cash tanpa Riba'.

Terakhir, semoga Allah selalu memudahkan kita semua nantinya. Aamiin,...


IP #361 "Pagi Itu",...

IP #361 "Pagi Itu",...

Inspirasi Perjalanan Hidup Sunali Agus


Suatu pagi, karena memang selalu ramai orang yg berjualan aneka macam di Gang Depan Perumahan, 

Akhirnya dah, ngajak anak jalan-jalan sambil beli Jajan. 

Eh, pas mau beli, ditanya pembelinya, 

"Mas, ini adeknya toh?" (Sambil nunjuk anak saya yang lagi saya gendong) 

"Wkwkwk, mboten pak. Ini anak saya."

Inspirasi Perjalanan Hidup Sunali Agus

Dalam hati berpikir, eh saya dikira masih muda, hahahahaha 😁

Begitulah, selalu ada warna ketika berinteraksi dengan para pedagang, hahaha

Semoga selalu laris semua yang sedang berjualan, baik via offline atau online. 

Insya Allah, semoga Allah memudahkan urusan kita semua, Aamiin...

 IP #360 "Indahnya Cinta"

IP #360 "Indahnya Cinta"

Seorang Ulama pernah berkata, "Sesungguhnya, segala sesuatu yang kotor ada pembersihnya. Segala yang berkarat, ada pengkilapnya. Dan segala sesuatu yang bernoda, ada penyucinya."

Lanjut kata beliau, "Maka ketauhilah, pembersih hati yang kotor, pengkilap hati yang berkarat, dan penyuci hati yang bernoda ialah 'Dzikrullah' (Mengingat Allah)."

Maka, Allah pun menegaskan, "Ingatlah pada-Ku, maka Aku (Allah) pun akan mengingatmu."

Dalam hadist Nabi Muhammad pun mengatakan, "Minimal mulailah segala sesuatunya dengan 'Bismillah' dan tutup dengan 'Alhmadulillah'."

Masya Allah, mungkin karena terlalu sibuk dengan dunia. Maka yang seolah ringan pun, ternyata sulit untuk diamalkan.

Maka, Islam memberikan solusi yang terbaik agar kita selalu mengingat-Nya yaitu dengan "Sholat".

Namun, anehnya. Ternyata dalam sholat pun, kita sering gak menghayati apa yang dibaca. Tahu-tahu sudah salam dan selesai. Bahkan parahnya, lupa sudah berapa rakaat tadi.

Maka, dalam hadist Qudsi Allah pun mengatakan,

"Aku bersama dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia berdzikir kepada-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus dari mereka."


"Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta. Jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari."


"Dan tidaklah hamba-Ku terus-menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal sunnah, sampai Aku mencintainya. Jika Aku sudah mencintainya, Aku menjadi pendengaran, yang dia gunakan untuk mendengar. Menjadi penglihatan, yang dia gunakan untuk melihat. Menjadi tangan, yang dia gunakan untuk memegang, dan menjadi kaki yang dia gunakan untuk berjalan."


"Jika dia meminta kepada-Ku, sungguh Aku akan memberinya. Dan Jika dia meminta perlindungan kepada-Ku, sungguh Aku pun akan melindunginya.

 IP #359 " Tentang Rezeki di Masa Pandemi"

IP #359 " Tentang Rezeki di Masa Pandemi"

Masa-masa kali ini, ditengah wabah pandemi covid-19 semua lagi diuji. Termasuk teman-teman di dunia usaha lagi diuji. Termasuk diri ini, yang kerasa banget...

Beberapa usaha banyak yg gak jalan. Sebut saja bimbel, property, dan lainnya. Ada juga salah satu usaha investasi kuliner yang tutup sementara.

Masya Allah,...

Kesibukan beberapa hari ini, memang mencoba mencari celah usaha-usaha apa yang sekiranya bisa jalan.

Karena yakin, "Jika Allah menutup satu pintu, maka Allah akan membuka pintu yang lainnya."

Eh, ditengah-tengahnya.

Allah hendak kasih penglihatan bagaimana Maha Besar Dia dalam Memberi Rezeki.


Sore hari saat itu, menjelang berbuka. Tiba-tiba ingin jalan ke pasar. .

Masya Allah, masih ramai betul. Sambil sembari mencari makanan bareng istri buat berbuka. Kebetulan karena gak masak sore itu.

Sambil nunggu istri beli-beli makanan.

Masya Allah, tepat di depan saya. Penjual telur asin. Sudah tua. Hanya masang dagangan saja. Eh, tapi Allah hantarkan pembeli ke beliau.

Dalam hati, "Ya Allah, ya Rabb. Beginilah Allah dalam mengatur rezeki. Tidak pandang siapa, dan lulusan mana. Tidak pandang kapan dan dimana. Semua terserah dan atas kehendak Allah."

Tiba-tiba dari hati, terbersit hikmah dan bisikan hati,

"Tugas kita hanya berusaha. Allah lah yang menentukan dan memberi rezeki pada siapa yang dikehendakinya."

Semoga Allah memudahkan urusan kita semua, menjaga kita, dan Allah berikan yg terbaik nantinya. Aamiin...

IP #358 "Bersama Belajar Menuju Ridho-Nya."

IP #358 "Bersama Belajar Menuju Ridho-Nya."

 Beberapa waktu ini, entahlah lagi ingin ke Mall.

Melihat orang-orang dg aktivitasnya, yang begitu super menyibukkan. Datang dan pergi.

Terbersit dalam hati, "Bagaimana ya, sholat orang-orang ini, terutama pegawai yang jualan ? Semoga mereka bisa menyempatkan sebentar untuk sholat."

Jangan sampai karena dunia, malah melupakan urusan akhirat. Dunia hanya sementara, namun akhiratlah yang abadi selama-lamanya...

Insya Allah, semoga bisa belajar bersama ya Luthfiatu Kanina . Belajar bersama menuju-Nya. Belajar bersama menuju Ridho-Nya.

Semoga Allah juga memberikan teman-teman kemudahan dalam segala urusan. Memberikan jalan keluar disetiap kesulitan. Dan memberikan kecukupan, disetiap kekurangan.

 IP #357 "Begitu Indahnya Allah dalam Mengabulkan sesuatu."

IP #357 "Begitu Indahnya Allah dalam Mengabulkan sesuatu."

Jujur, sebenarnya tak pernah terbayangkan bakal jadi Penulis Buku dimana Buku Tersebar diseluruh Toko Buku Gramedia dan Togamas di seluruh Indonesia.

Masya Allah, saat itu hanya terbersit keinginan untuk menulis buku yang bisa dibaca banyak orang. Menyalurkan ilmu, serta berbagi sedikit rezeki dari Royalti Buku.

Begitulah Allah, begitu indah dalam mengabulkan sesuatu.

Pertama kali terinspirasi dari seorang penulis hebat dan pernah dimentori beliau secara langsung. Beliau pernah mengatakan,

"Ya Allah, begitu banyak pahala dan amal sholeh ini. Darimanakah ini ?"

Lalu Allah pun menjawab, "Wahai hambaku, pahala ini semua berasal dari jari jemari tulisanmu. Hingga amal-amal sholeh dan yang sunnah terkerjakan, akibat membaca tulisanmu."

Masya Allah, sempat merinding saat itu. Begitu ya, ternyata yang dimaksud Nabi sebagai "Ilmu yg Bermanfaat." Salah satu sedekah jariyah yang terus mengalir, walau kita sudah tiada.

Memang Allah begitu baik dalam segala rencananya. Dari sekolah hingga jalan untuk kuliah. Dari sendiri hingga jalan bertemu Jodoh. Dari bekerja hingga belajar wirausaha. Serta beragam kehidupan lainnya.

Laa ilaha illallah. Begitu besar karunia Allah. Maka benarlah kalimat, "Nikmat mana lagi yang akan kau dustakan?"

Tiba-tiba diri ini teringat, salah satu kata Imam Ghazali yaitu

"Semua manusia akan mati, kecuali yang berilmu. Semua yang berilmu juga akan tiada kecuali mereka yang beramal. Dan semua yang beramal juga akan binasa, kecuali mereka yang ikhlas dalam amalnya."

Insya Allah, semoga bisa terus memperbaiki diri dan hati, dari hari ke hari. 

"Bukankah mereka termasuk merugi, jika hari ini sama dengan kemarin ? Bukankah mereka termasuk yang celaka, jika hari ini lebih buruk dari kemarin ? Semoga kita semua masuk golongan yang beruntung, yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin."

#parapencaricahayakehidupan

 IP #356 "Begitu Baiknya Allah dalam Memilihkan Jodoh"

IP #356 "Begitu Baiknya Allah dalam Memilihkan Jodoh"

Dalam suatu waktu, tetiba disaat merenung. Masya Allah, Allah begitu baik dalam hidup saya yang singkat ini.

Salah satunya yaitu Allah hadirkan istri dalam hidup saya. Masya Allah, Tabarakallahu,...

Diri ini yang masih ke kanak-kanakan. Allah hadirkan Istri yang dewasa dalam menghadapi diri ini. 

Diri ini, masih begitu sungkanan, pemalu, pendiam dan introvert. Allah hadirkan ia yang ekstrovert dan ceria untuk ngisi kekurangan diri ini.

Disamping itu, diri ini yang masih Labil dan begitu Random, Allah hadirkan ia yang bisa mengerti dan memahami diri ini.

Selain itu, diri ini masih terlalu loss dan boros mengenai keuangan. Inginnya segera menghabiskan, dan tak teratur sama sekali. Masya Allah, Allah hadirkan istri, untuk mengatur dan manajemen keuangan saya yang amburadul ini.

Masya Allah, tak bisa diungkapkan betapa besar nikmat ini. Bingung untuk mengatakan semua.

Mungkin, saya masih terlalu banyak salah dan kurangnya. Namun, Allah hadirkan sesosok bidadari, yang begitu baik untuk melengkapi diri ini.

Tetiba dalam hati yang terdalam ada bisikan yaitu

"Aku adalah kamu. Kamu adalah aku. Mungkin kita dua tubuh, tapi ternyata kita adalah satu jiwa yang saling melengkapi."

Masya Allah, Tabarakallahu. Berkali-kali, ucapan syukur selalu tetiba terucap. 

Makasih ya Luthfiatu Kanina dan maaf ya, masih sering salah dan terkadang buat ngambek.

Insya Allah, semoga bisa terus belajar. Belajar bersama dalam mengarungi hidup di dunia ini, sebagai bekal untuk kehidupan yang abadi di akhirat nanti.

Semoga Allah memudahkan kita dan memasukkan kita beserta keluarga dalam surga-Nya.

 IP #355 "Putri Malu"

IP #355 "Putri Malu"

Ayu dirimu, bukan karena make-upanmu tetapi karena kesederhanaan lahiriahmu. Manis wajahmu, karena indah senyumanmu. Lembut hatimu karena mulia akhlakmu. Tertarik diriku, karena terjaga auratmu. Jatuh cinta hatiku, karena seolah sempurna agama dalam dirimu dan kehidupanmu.

Mungkin kau bukan seperti bidadari, tapi kau selalu mencoba membenahi dan memperbaiki diri. Mungkin kau masih banyak salah dan keliru, tapi kau sadar itu hingga akhirnya mendekat pada Rabb-mu agar tertutup aib-aibmu. .

Pendidikan dan ilmumu bukan untuk menentukan seberapa besar gajimu. Gelar dan tamat sekolahmu, bukan pula untuk mencari martabat dari orang sekitarmu. Namun untuk memberikan yang terbaik dalam madrasatul ula bagi anak keturunanmu. .

Mencipta rumah seindah surga. Menjaga akhlaq sebening mata. Qona’ah sebagai selendangnya. Syukur itulah mahkotanya. Sejuk dikalbunya, tunduk pandangannya. Semakin jatuh cinta aku dibuatmu, duhai putri maluku.

 IP #354 "Aset Perusahaan atau Orang Tua."

IP #354 "Aset Perusahaan atau Orang Tua."

Dalam kehidupan ini, ada sering kondisi tak ideal. Mengajak berpikir dewasa, salah satunya tentang hal Prioritas. Mengapa saya menuliskannya, tujuannya agar bisa memberi insight bagi anak cucu saya nantinya ketika ia membaca.

Sejak kecil, salah satu mimpi saya adalah renovasi dan bangun rumah orang tua. Karena sudah tidak layak, dari bocor dimana-mana, lantai masih tanah, dan beragam hal lainnya.

Namun, setelah lulus kuliah. Mimpi itu masih belum terlaksana. Karena setelah lulus, ingin pengabdian yaitu mengajar di beberapa sekolah dan yayasan. Walaupun saat itu, ada tawaran jadi Manager Area Surabaya di salah satu Perusahaan Multinasional. Tapi sudah komit, ingin ngabdi. Jadi, buat teman-teman, tentukan tujuan kedepan, sebelum lulus sekolah/kuliah, agar tidak bingung nantinya.

Nah, setelah masa itu, akhirnya mulailah saya debut Usaha. Ada beberapa usaha. Ada yang saya fokuskan, ada juga usaha yang saya 'Suntik Mati'.

Pertumbuhannya sangat cepat dan Profit serta Omset juga lagi tinggi. Hingga suatu waktu, terpikirlah mungkin saatnya untuk wujudkan salah satu mimpi kecil dulu.

Sempat Galau saat itu, karena Tawaran dan Prospek Usaha banyak yang datang seperti Percetakan, Warkop, Frenchise, dan lain sebagainya. Di sisi lain, ingin gunakan buat Renovasi atau Bangun Rumah buat Ibu.

Akhirnya, pilihan jatuh untuk benarkan rumah ibu.

Jujur, biaya dan pengeluaran saya sangat besar. Bayangkan, dalam sebulan saya jatah 15 juta. Tapi, terkadang tiba-tiba Ibu telpon masih kurang. Jadi keluar 15-20 juta/bulan.

Masya Allah, pengeluaran yang besar bagi saya dan Perusahaan saya. Karena proses Renovasi atau Buat Rumahnya, memakan waktu berbulan-bulan. .

Dalam hati, terkadang saya bertanya gimana ya nanti ? Hahahaha. Menertawakan diri sendiri.

Akhirnya jadilah Rumah Ibu. Ada kebahagiaan ketika melihat beliau tak lagi repot menadahi air hujan, ada kesenangan ketika melihat beliau tidur dan bisa lesehan di lantai  yang sudah keramik, dan beragam hal yang tak bisa diungkapkan.

Hidup hanya sekali, maka prioritaskan kebahagiaan orang tua.

Bagaimana Nasib Perusahaan ? Insya Allah, semoga Allah berikan jalan....

 IP #353 "Syahdu bercampur Bahagia dalam Mitsaqon Ghalidza"

IP #353 "Syahdu bercampur Bahagia dalam Mitsaqon Ghalidza"

“Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir."

Begitulah, doa yang terdengar setelah suatu "Mitsaqon Ghalidza" (akad nikah) terucapkan.


Bergetar, Grogi, Dredeg, Khawatir, Bahagia, Senang, semuanya bercampur menjadi satu, apalagi ketika memegang tangan saat Janji dan Komitmen "Qobiltu" terucapkan.

Masya Allah,...

Langit pun menjadi saksi, melalui hujan yang turun ke bumi. Bahwa ada seorang bidadari, yang turun ke bumi untuk menemani diri ini,...

Barakallahu,...

Keajaiban seolah terjadi, yang mulanya haram menjadi halal. Yang awalnya dosa, berubah pahala. 

Masya Allah,...

Malu dan sungkan, namun, masih saja menyelimuti dalam hati. 

Mungkin, karena memang sama-sama tidak pernah pacaran dan prosesnya tidak melalui pacaran.

Mencipta rumah seindah surga. Menjaga akhlak sebening mata. Mungkin, inilah yang dimaksud surga sebelum surga.

 IP #352 "Tentang Rezeki dan Hal yang Berharga"

IP #352 "Tentang Rezeki dan Hal yang Berharga"


Indah kan ya ? Hidup tak melulu soal uang dan materi...

Ada hal-hal yang lebih berharga seperti kesehatan, kasih sayang, canda tawa penuh keterbukaan, dan melihat serta merasakan alam semesta yang penuh keindahan.

Tiba-tiba, ada yang nyeletuk. "Sendirian terus sun ?"

"Hehehe, iya. Mohon do'anya ya, semoga segera berdua." Ups,... .

Eh, kembali ke topik pembahasan ya, jangan salah fokus. Hehehe, lanjut ya...

Setiap hari, di zaman ini. Kebanyakan orang yang dipikirkan adalah tentang bagaimana menjadi kaya dan tambah kaya.

Terkadang, karena mengejar yang belum ada. Maka tak sedikit, yang lupa untuk mensyukuri apa yang sudah ada.

Kesehatan contohnya. Banyak yang baru merasakan, begitu berharganya nikmat sehat. Ketika, salah satu nikmat itu diambil dari kita. Gak banyak, semisal panas, kena ini kena itu, dll.

Maka, ada orang yang kaya dan bisa membeli apa saja. Namun, ia tak bisa lagi merasakan manis, asin, dan beragam masakan lainnya. Kan, ya gimana,....

Jadi, kata Allah, "Bersyukurlah, maka Aku (Allah) akan tambah nikmat-Ku kepadamu. Namun, jika kamu mengingkari, maka siksa dan adzab-Ku, amatlah pedih."

Maka, mulai belajar bersyukur. Jika tak bisa mensyukuri yang kecil. Maka kata ulama, akan sulit mensyukuri hal yang besar.

Sekali lagi, rezeki bukan hanya sebatas uang dan materi. Rezeki luas dan lapang sekali. Maka, terus belajar dan berbenah setiap hari. Minimal, untuk diri sendiri.

IP #351 "Pendidikan Anak"

IP #351 "Pendidikan Anak"

 Suatu waktu, ada seorang ibu yang pernah menasehati, "Ketauhilah, akhlak terbaik dan pertama untuk diajarkan kepada Anak adalah Mengenal Allah."

Masya Allah, dalam hati hanya bisa membenarkan, sambil terus mendengarkan.

Laksana Nabi Muhammad saw., yang menasehati Ibnu Abbas ketika masih anak-anak.

"Wahai anakku, maukah kau ajarkan sesuatu yang berharga ?"

Lantas Ibnu Abbas, segera menjawab, "Mau ya Rasulullah",...


*Foto Waktu Rihlah pertama kali ke Gunung Bromo

Beliau Rasulullah saw., pun berkata, "Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu. Jika kau ingin sesuatu, maka mintalah hanya kepada Allah. Dan jika kamu, lagi butuh pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah."

Begitupun, nasehat Ulama terdahulu yang cukup terkenal yaitu

"Allahu ma’i…Allahu naadhiri…Allahu syaahidi". Allah bersamaku… Allah melihatku… Allah menyaksikan aku.

Maka, pendidikan yang terbaik bagi seorang anak adalah pendidikan mengenal Allah. Ketika pondasi ini benar, maka bangunan ilmu dan pengalaman selanjutnya, insya Allah lebih mudah.

Sudah siap mendidik Anak belum ? #ups,... Eh, mendidik anak sekolah dan anak di TPA, juga termasuk mendidik lho ya... hahaha

IP #350 "Pemuda Pemudi Riyadlotul Jannah"

IP #350 "Pemuda Pemudi Riyadlotul Jannah"


Sunali Agus Berbagi

*: Foto waktu berbagi kepada yang lainnya.

Mereka pemuda pemudi Riyadlotul Jannah, kembali ke rumah-rumah keluarganya, di kampung-kampung, desa dan kota, hingga tumbuh kembang dan menjadilah rasa “‘Azizun’ alaihi ma ‘anittum harishun ‘alaikum bilmu`minina Ro`ufun Rohim”.

Ketika ada kondisi yang memuncak dan diluar jangkauannya. Ia hanya berkata lirih dalam hati :

"Ya Robba, ya Malik wa ya Ilah, in lam takun ‘alaina ghodlobun fa la ubali"…..

Setiap hari mereka membenahi hati dan diri. Berusaha memberi manfaat kepada yang lainnya, terutama kepada keluarganya. Konsepnya selalu, "Kuu anfusakum wa ahliikum naaraan."

Mereka Terus bergerak. Prinsip dan idealismenya jelas dalam setiap geraknya yaitu 

"Innama tunshoruna wa turhamuna wa turzaquna bidlu’afaikum”.

Mereka pemuda pemudi Riyadlotul Jannah, terkadang iri aku melihatnya,...
IP #349 "Menjadi Baik dan Berkumpul Orang Baik."

IP #349 "Menjadi Baik dan Berkumpul Orang Baik."

"Aku bukanlah orang yang sholeh. Namun, diriku sangat suka berkumpul dengan mereka yang sholeh. Karena ketika rahmat Allah turun kepada mereka, betapa bahagianya diriku ketika berada ditengah-tengahnya."

Begitulah, kata Imam As-Syafi'i.

Dalam kehidupan bermasyarakat zaman ini, ternyata minimal ada 5 tingkatan golongan orang yaitu

1.) Orang Kaya
2.) Orang Kuasa
3.) Orang Pintar
4.) Orang Kuat
5.) Orang Baik

Entahlah, orang baik menjadi yang terbawah. Sebaik apapun dirimu, jika tidak kaya atau kuasa, maka tak akan dipandang/dihargai. Beda, jika kamu kaya, atau punya kuasa. Maka segera kamu akan dipandang dan dihormati.

Tapi, hidup ternyata bukan terletak pada pandangan manusia. Namun, bagaimana di depan pandangan Allah. Maka, teruslah berlaku baik hingga nantinya.

Taubat, Hijrah, dan Berusaha menjadi Baik adalah perjalanan dalam hidup. Selama ia hidup, maka selama itu pula ia berpeluang melakukan salah dan dosa.

Allah Maha Tahu hal ini, maka Dia pun berfirman, "Ketika manusia melakukan salah dan dosa, lantas ia beristighfar memohon ampun. Maka ketauhilah, ampunan dan rahmat-Ku lebih luas daripada dosa hamba-Ku dan daripada murka-Ku."

sunali agus

*: foto bersama teman-teman Rumah kepemimpinan atau 
anak-anak angkatan 7 beasiswa PPSDMS Nurul Fikri

Oleh karenanya, selain berusaha menjadi baik dan lebih baik setiap hari dengan sendirinya. Maka, Berkumpul dengan mereka orang-orang baik adalah salah satu sarana agar kita bisa istiqomah dalam Perjalanan menjadi baik.

Selamat berjuang untuk terus berusaha menjadi baik dan lebih baik lagi serta selamat bersabar untuk selalu berkumpul dengan mereka orang-orang yang baik.
IP #348 "Mastatha'tum"

IP #348 "Mastatha'tum"

Suatu waktu, di beberapa kalangan murid ada yang lagi heboh dan ingin ditanyakan, "Apa itu Mastatha'tum ?"

Tanpa penjelasan, sang Ustadz mengajak mereka semua Berlari. Satu putaran, dua putaran, dan terus hingga banyak dari murid berhenti kelelahan, ada juga yg bermalas-malasan.

Lantas, sang ustadz terus berlari hingga ia jatuh dan pingsan. Murid-murid langsung menolongnya. Sehabis tersadar, lantas beliau berkata, "Wahai muridku, inilah yg dimaksud Mastatha'tum. Sesuai Kemampuan terbaik kalian."

Maka bertaqwalah kalian kepada Allaah swt sesuai dengan kemampuan (terbaik) kalian (ma(i)statha’tum)…”
(Quran surat At-Taghaabun ayat 16)

sunali agus

*: Foto waktu ada Acara di Malaysia

Lantas bagaimanakah kita, sudahkah kita Ikhtiar dengan Ikhtiar terbaik ? Sudahkah bekerja dengan kerja yang terbaik dan profesional ? Sudahkah berdoa dengan doa terbaik ? Sudahkah sedekah dengan sedekah yang terbaik ? Dan lain sebagainya.

"Sungguh Allah, tak akan menyia-nyiakan peluh mereka yang berjuang. Oleh karena, berlakulah. Barangsiapa sungguh-sungguh, maka pasti dia akan menemukan jalannya dan akan mendapatkannya."

Begitulah, seorang mukmin dalam bekerja dan beramal. Ia merasa dirinya melihat Tuhannya, semisal tak mampu, ia sadar bahwa Tuhan selalu melihat dirinya. Maka ia lakukan dan ikhtiarkan semua dengan sebaik-baiknya.
IP # 347 "Ternyata, Begini Cara Membahagiakan Allah."

IP # 347 "Ternyata, Begini Cara Membahagiakan Allah."

Suatu sore, ada seorang Murid atau Santri yang bertanya ke gurunya, ke Ustadznya atau ke Kyainya.

"Ustadz, maaf mau tanya. Bagaimanakah ya cara membahagiakan Allah itu Ustadz ?"

Semua terdiam, suasana tiba-tiba agak hening. Mungkin, santri dan murid yang lain ikutan berpikir, untuk mencari jawabannya.

Namun, ternyata mudah bagi Ustadz menjawabnya, "Cara membahagiakan Allah adalah ketika engkau, saya, kalian dan kita semua kembali (bertaubat) kepada Allah."

Lantas, beliau pun berkisah. Kisah yang sudah terkenal dikalangan santri yaitu Kisah seorang pejalan, perantau, atau pengembara yang telah kehilangan unta beserta semua bekalnya di dalam perjalanannya di tengah padang pasir.

sunali agus

* : Foto diambil waktu Pertama kali ke Kebun Binatang Surabaya (Semester 4 sepertinya di Bio Fst Unair) untuk Identifikasi Fauna didalamnya.

Betapa bahagianya ia, tatkala unta dan beserta semuanya itu kembali ke dia. Maka ketauhilah, "Bahagianya Allah lebih besar daripada bahagianya pengembara itu. Tatkala seorang hamba kembali (taubat) kepadanya."

Masya Allah, ternyata begitu. Ia ingat dalam-dalam pesan ini kedalam hati dan pikiran murid itu.

"Sesungguhnya, sebaik-baik bekal adalah Taqwa" (QS. Al-Baqarah : 197). "Dan ketauhilah barang siapa bertaubat kepada Allah. Maka Allah akan menghapus semua kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya kedalam surga" (QS. At-Tahrim : 8).

Lantas suatu waktu, ia termenung menemukan ayat, "Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan. Maka baginya kebahagiaan dan tempat kembali yang baik" (QS. Ar-Ra'd : 29).

Di lain waktu, ia membaca, "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku. Maka, sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit" (QS. Toha : 124).

Hatinya kembali tergugah, cepat cepat ia segera mengucap "Astaghfirullahal 'adzim". Segera ia kembali bertaubat kepada-Nya.
IP #346 "Ketika di Bid'ahkan."

IP #346 "Ketika di Bid'ahkan."

Suatu waktu, ketika liburan semester pertama awal Kuliah, seperti Mahasiswa pada Umumnya. Saya juga Pulang kampung, setelah berbagai Kegiatan.

Hingga datang waktu sholat Maghrib saat itu. Di desa saya, yang Jama'ah rata-rata Shubuh, Maghrib, dan Isya'. Dhuhur dan Ashar selalu sepi. Namanya Anak kuliah, pakaiannya Celana dan Kemeja. Tidak memakai sarung dan Kopyah. Langsung ke Mushola dekat Rumah.

sunali agus

Apa yg terjadi ? Semua mata tertuju ke saya. Termasuk Pak Dhe saya, ketika saya lewat depan rumahnya dia berkata, "Kok gak pakai Sarung, kok gak gunakan Kopyah (Ketu) ?"

Begitupun dengan jama'ah orang-orang di Mushola. Hingga suatu waktu, Imam sholat berkata, "Mas, jama'ah disini banyak yg ngerasani atau membicarakan masnya. Kok begini begitu, dan lainnya."

Saya hanya diam, dan mendengarkan. Karena kebiasaan orang desa, sulit anak muda untuk mengingatkan. Jadi ya, diam. Lalu saya ambil pelajaran.

Beda lagi dengan cerita teman saya. Karena waktu itu, gak ada yg adzan, dia mencoba adzan tapi bercelana, gak pakai sarung dan kopyah, akhirnya apa ? Akhirnya besoknya langsung digambari bahwa yang hanya boleh Adzan adalah yg pakai sarung dan kopyah.

Masya Allah, akhirnya saya sadari bahwa, "Orang yg suka membid'ahkan atau menyalahkan adalah orang yg merasa ilmunya atau golongannya yg paling benar. Dan seolah tertutup, gak mau membuka Pikiran."

Begitupun, ketika saya Ziarah ini ke Makam Wali Songo. Ada juga yang menyalahkan, orang mati kok di datangi.

Mereka lupa bahwa, "Salah satu penasehat terbaik selain Al-Qur'an adalah Kematian."

Bagi yang suka Berziarah. Berdoalah hanya kepada Allah, sebagus apapun itu makhluk, jangan pernah meminta kepadanya.

Begitupun, ketika saya minta izin ke orang tua. Jika menikah nantinya, tanpa menggunakan hitung-hitungan jawa.

Alhamdulillah, orang tua mengerti dan bisa terbuka.

Dan masih banyak hal-hal lainnya, dalam kehidupan ini.

Sebelum banyak yg Komen dan Tanya. Alasan Kenapa saya tulis ini, adalah karena juga akan saya post di Blog Perjalanan Hidup Sunali Agus. 

Harapannya adalah agar juga dibaca anak keturunan saya nantinya. Bahwa Perbedaan adalah hal yg wajar. Jangan mudah menyalahkan, tapi teruslah menambah wawasan.

IP #345 "Keyakinan dalam Hati"

IP #345 "Keyakinan dalam Hati"

Suatu waktu, tiba-tiba saat itu. Saya pernah ditawari menjadi Manager Area di salah satu Perusahaan Asuransi yg sudah besar dan tersebar bahkan di seluruh dunia.

Ya, mungkin karena saya banyak kenalan dan punya jaringan yang bisa di prospek. Mungkin itu kali ya.

Sempat saya bertemu dengan manager pusatnya, untuk bersilaturrahim dan ingin tahu, apa sih sebenarnya. Karena saat itu, saya masih belum paham asuransi, termasuk hukumnya dalam islam.

Akhirnya, tibalah waktu bagi saya untuk memutuskan, menerima atau tidaknya.

Jadilah saya mulai mencari referensi mengenai asuransi dan hukumnya. Tanya sana sini, dan lain sebagainya. Masya Allah emang, ilmu itu mahal dan harus di datangi. Tapi ya tadi, selalu ada 2 kutub, ada yg membolehkan dan ada yg tegas tidak memperbolehkan.

Allah selalu memberi jalan petunjuk pada hambanya yang telah kebingungan. Tiba-tiba, bertemu dengan seorang Kyai. Pesannya singkat, namun jleb dan selalu ku ingat saat itu sampai saat ini, hingga akhir nanti.

"Setiap manusia selalu dibekali 2 hal yaitu kelaparan dan ketakutan. Namun, selama engkau menyembah Allah. Maka yakinlah, Allah akan selalu memberimu makan di saat kelaparan, dan memberimu keamanan disaat ketakutan."

Masya Allah, setelah mendengar itu, saya kembali merenung tuk memutuskan. Bagaimana bisa menolak dengan Halus dan Baik. Agar jangan melukai siapapun itu.

Ya, sebagian orang menyayangkan. Secara duniawi, jabatan Manager Area, itu dah tinggi. Namun, saya tetap kembali pada Keyakinan dalam Hati.

Alhamdulillah, setelah itu. Benar kata Kyai tadi, seolah keajaiban demi keajaiban selalu terjadi. Anehnya gak hanya cukup, tapi sampai berlebih-lebih kalau soal rezeki.

sunali agus

Tapi, tetap yang lebih penting, adalah tentang "Ketenangan dan Keberkahan" atas apa yang kita miliki.

Prinsipnya sama seperti di 2 tulisan sebelum ini yaitu

"Di dalam perjalananmu mencari. Dan diujung pengembaraanmu yaitu al-Akhiroh yang disitu ada Allah. Maka jangan melupakan dunia."

Jadi, dunia hanya sebatas jangan dilupakan. "Yakinlah, apa yg disuka Allah ada ketenangan. Dan yg tak disuka Allah, pasti ada kegelisahan."

Contact form

Name

Email *

Message *