IBX5A4B886D911B8 Perjalanan Hidup Sunali Agus

My Life Journey - Sunali Agus

Showing posts with label Perjalanan Hidup Sunali Agus. Show all posts
Showing posts with label Perjalanan Hidup Sunali Agus. Show all posts
IP #364 "Tentang Ngalemnya Anak"

IP #364 "Tentang Ngalemnya Anak"

Sejak awal mula kelahirannya hingga sekarang, terasa sekali betapa ngalemnya dia ke saya, yang selaku ayahnya. 

Perjalan Hidup Sunali Agus

Waktu masih sangat kecil baru beberapa bulan setelah lahir, pasti jika saya tinggalkan buat kerja, kata istri dan mbah utinya, tiba-tiba ia menjadi sangat rewel, entah menangislah, tidak tidur-tidur, ini itulah dan lain-lain. 

Eh, tak terasa sekarang sudah 1,5 tahunan. Ngalemnya pun berbeda yaitu apa saja harus sama ayahnya. 

Mulai dari memakaikan celananya, bajunya, bedaknya dan lain-lain harus sama ayahnya. Bahkan ketika mau dipakaikan sama bundanya, eh langsung direbut dan dikasihkan ke saya untuk memakaikannya. 

Ya, mungkin beda-beda ngalemnya setiap anak, dan berubah setiap perkembangan usianya. 

Terasa dulu, takut sekali mau gendong anak pas baru lahir. Takut inilah, itulah. Namun, akhirnya bisa dan biasa juga gendong anak. Bahkan seolah lengket sekali ia dengan ayahnya sampai sekarang. 

Tidak tahu, benar atau tidaknya kata orang-orang bahwa, "Biasa anak perempuan itu ngalemnya ya sama bapaknya atau ayahnya."

Wkwkwk, jadi kayaknya bukan saya aja yang mengalami. Kayake sih, semua ayah atau bapak, yang punya anak perempuan juga mengalami dan merasakan yang sama. 

Satu hal yang pasti adalah "Tidak ada orang tua, yang mau menjerumuskan atau menyakiti anaknya."

Insya Allah, tetap belajar selalu. Walau jujur, masih banyak sekali kurang dan salahnya. 

Semoga Allah selalu memudahkan kita semua dalam segala urusan kita semuanya, Aamiin...

IP #363 "Tentang Momong Anak"

IP #363 "Tentang Momong Anak"

Momong, pekerjaan yang seolah sepele tapi kompleks luar biasa. Hahahaha

Makanya sering kagum pada bu ibu, termasuk kepada Istri saya,...

Inspirasi Perjalanan Hidup Sunali Agus

Catatan penting sih, kalau lagi momong kudu 100% fokus kita ke dia.

Kalau disambi pegang hp, main hp, mikir ini itu, jelas dan bisa dipastikan dia akan rewel, 

Entah tingkah ini, tingkah itu, puncaknya kadang teriak kadang nangis wkwkwkwk

Karena mau perhatian dan fokus kita 100% ke dia. 

Inspirasi Perjalanan Hidup Sunali Agus

Begitulah hidup, terus belajar dan terus berjalan, insya Allah semoga Allah selalu memudahkan kita semua... Aamiin

IP #362 "Memutuskan Beli Kavling Tanah"

IP #362 "Memutuskan Beli Kavling Tanah"

Segala sesuatu perlu suatu pertimbangan, apalagi dalam hal membeli properti baik tanah kavling atau rumah.

Jadi sebelum memutuskan ini itu, pasti saya telah melalui banyak sekali pertimbangan.

Entah diskusi dengan istri, sholat istikhoroh, dan lain-lain.

Satu yang pasti yaitu "Tidak boleh Riba' dalam membeli".

Sunali Agus Beli Tanah Kavling Cash Tanpa Riba

Alhamdulillah, Allah berikan kemudahan bagi kami dalam hal rezeki.

Walaupun sebelumnya, saya sendiri berulang kali kena tipu. Dikarenakan terlalu polos yang menganggap semua orang baik, dan terlalu mudah percaya sama orang.

Entah dengan modus investasi bagi hasilah, investasi ini itulah.

Yang dimana setelah saya transfer uang, orangnya menghilang dan tidak bisa dikontak lagi.

Jadi memang pelajaran yang berarti bagi saya, untuk berhati-hati kedepannya. Semoga Allah menjaga kita semua nantinya.

Disamping itu, salah satu pertimbangan lainnya yaitu nanti rumahnya harus dekat dengan masjid.

Karena jujur, saya lebih suka anak-anak saya nantinya lebih suka bermain ke masjid artinya bisa lebih mudah mengenal Allah dan bisa sholat 5 waktu tepat waktu tentunya.

Alhamdulillah, 2 kavling yang kami beli (ukuran 7mx15m sebanyak 2 kavling) letaknya pas di depan masjid.

Jadi, sudah kami niatkan juga, semisal ada rezeki nantinya selain bangun rumah juga akan ikut Jariyah untuk Pembangunan Masjid.

Sunali Agus Jariyah Bangun Masjid

Akhirnya setelah semua dirasa sesuai dan aman tentunya sertifikat properti yang dijual.

Salah satunya tanya ke orang kelurahan, tanya ke pembeli sebelumnya, dan lain-lain.

Akhirnya kami pun memutuskan untuk beli dan lewat Notaris agar aman dan tidak repot.

Karena dengar-dengar cerita, kalau ngurus sertifikat sendiri itu agak ribet. Tahu sendirilah gimana birokrasi saat ini di Indonesia. Sampai ada candaan,"Kalau bisa dipersulit, ngapain dipermudah."

Jadi harapannya dengan lewat Notaris, kami tinggal terima jadi saja nantinya.

Sunali Agus Beli Tanah Kavling

Notaris Budi Atmoko Lamongan (Belakang BPN Lamongan)

Oh iya, satu lagi yang membuat saya yakin beli tanah disana adalah pas setelah istikhoroh.

Dimana saya bermimpi, beli tanah yang bisa tanam-tanam nantinya.

Nah, insya Allah di 2 tanah kavling yang saya beli ini, selain dibangun rumah, insya Allah akan disisakan tanah juga buat tanam-tanam nantinya.

Entah tanam sayuran, buat kolam ikan, atau hal-hal lainnya. Yang pasti ada tanah buat tanam-tanah.

Eh iya, salah satu alasan mengapa tidak jadi ambil perumahan yang sudah langsung jadi adalah karena Istri tidak mau, katanya tanahnya kecil-kecil kalau perumahan dan istri ingin bangun sendiri.

Jadi akhirnya pilihan jatuh pada beli tanah kavling. Karena ingin yang agak luas, makanya kami memutuskan beli 2 tanah kavling secara cash tanpa riba.

Semoga prosesnya lancar nantinya, termasuk saat proses pembangunan nantinya. Aamiin.

Eh malah kepanjangan tulisannya. Hahaha

Demikian tulisan kali ini, semoga teman-teman semua bisa beli Tanah, Rumah atau Properti juga secara Cash tanpa Riba'.

Terakhir, semoga Allah selalu memudahkan kita semua nantinya. Aamiin,...


IP # 347 "Ternyata, Begini Cara Membahagiakan Allah."

IP # 347 "Ternyata, Begini Cara Membahagiakan Allah."

Suatu sore, ada seorang Murid atau Santri yang bertanya ke gurunya, ke Ustadznya atau ke Kyainya.

"Ustadz, maaf mau tanya. Bagaimanakah ya cara membahagiakan Allah itu Ustadz ?"

Semua terdiam, suasana tiba-tiba agak hening. Mungkin, santri dan murid yang lain ikutan berpikir, untuk mencari jawabannya.

Namun, ternyata mudah bagi Ustadz menjawabnya, "Cara membahagiakan Allah adalah ketika engkau, saya, kalian dan kita semua kembali (bertaubat) kepada Allah."

Lantas, beliau pun berkisah. Kisah yang sudah terkenal dikalangan santri yaitu Kisah seorang pejalan, perantau, atau pengembara yang telah kehilangan unta beserta semua bekalnya di dalam perjalanannya di tengah padang pasir.

sunali agus

* : Foto diambil waktu Pertama kali ke Kebun Binatang Surabaya (Semester 4 sepertinya di Bio Fst Unair) untuk Identifikasi Fauna didalamnya.

Betapa bahagianya ia, tatkala unta dan beserta semuanya itu kembali ke dia. Maka ketauhilah, "Bahagianya Allah lebih besar daripada bahagianya pengembara itu. Tatkala seorang hamba kembali (taubat) kepadanya."

Masya Allah, ternyata begitu. Ia ingat dalam-dalam pesan ini kedalam hati dan pikiran murid itu.

"Sesungguhnya, sebaik-baik bekal adalah Taqwa" (QS. Al-Baqarah : 197). "Dan ketauhilah barang siapa bertaubat kepada Allah. Maka Allah akan menghapus semua kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya kedalam surga" (QS. At-Tahrim : 8).

Lantas suatu waktu, ia termenung menemukan ayat, "Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan. Maka baginya kebahagiaan dan tempat kembali yang baik" (QS. Ar-Ra'd : 29).

Di lain waktu, ia membaca, "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku. Maka, sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit" (QS. Toha : 124).

Hatinya kembali tergugah, cepat cepat ia segera mengucap "Astaghfirullahal 'adzim". Segera ia kembali bertaubat kepada-Nya.
IP #346 "Ketika di Bid'ahkan."

IP #346 "Ketika di Bid'ahkan."

Suatu waktu, ketika liburan semester pertama awal Kuliah, seperti Mahasiswa pada Umumnya. Saya juga Pulang kampung, setelah berbagai Kegiatan.

Hingga datang waktu sholat Maghrib saat itu. Di desa saya, yang Jama'ah rata-rata Shubuh, Maghrib, dan Isya'. Dhuhur dan Ashar selalu sepi. Namanya Anak kuliah, pakaiannya Celana dan Kemeja. Tidak memakai sarung dan Kopyah. Langsung ke Mushola dekat Rumah.

sunali agus

Apa yg terjadi ? Semua mata tertuju ke saya. Termasuk Pak Dhe saya, ketika saya lewat depan rumahnya dia berkata, "Kok gak pakai Sarung, kok gak gunakan Kopyah (Ketu) ?"

Begitupun dengan jama'ah orang-orang di Mushola. Hingga suatu waktu, Imam sholat berkata, "Mas, jama'ah disini banyak yg ngerasani atau membicarakan masnya. Kok begini begitu, dan lainnya."

Saya hanya diam, dan mendengarkan. Karena kebiasaan orang desa, sulit anak muda untuk mengingatkan. Jadi ya, diam. Lalu saya ambil pelajaran.

Beda lagi dengan cerita teman saya. Karena waktu itu, gak ada yg adzan, dia mencoba adzan tapi bercelana, gak pakai sarung dan kopyah, akhirnya apa ? Akhirnya besoknya langsung digambari bahwa yang hanya boleh Adzan adalah yg pakai sarung dan kopyah.

Masya Allah, akhirnya saya sadari bahwa, "Orang yg suka membid'ahkan atau menyalahkan adalah orang yg merasa ilmunya atau golongannya yg paling benar. Dan seolah tertutup, gak mau membuka Pikiran."

Begitupun, ketika saya Ziarah ini ke Makam Wali Songo. Ada juga yang menyalahkan, orang mati kok di datangi.

Mereka lupa bahwa, "Salah satu penasehat terbaik selain Al-Qur'an adalah Kematian."

Bagi yang suka Berziarah. Berdoalah hanya kepada Allah, sebagus apapun itu makhluk, jangan pernah meminta kepadanya.

Begitupun, ketika saya minta izin ke orang tua. Jika menikah nantinya, tanpa menggunakan hitung-hitungan jawa.

Alhamdulillah, orang tua mengerti dan bisa terbuka.

Dan masih banyak hal-hal lainnya, dalam kehidupan ini.

Sebelum banyak yg Komen dan Tanya. Alasan Kenapa saya tulis ini, adalah karena juga akan saya post di Blog Perjalanan Hidup Sunali Agus. 

Harapannya adalah agar juga dibaca anak keturunan saya nantinya. Bahwa Perbedaan adalah hal yg wajar. Jangan mudah menyalahkan, tapi teruslah menambah wawasan.

IP #343 "Ternyata selama ini, Kita salah Persepsi dunia dan Akhirat."

IP #343 "Ternyata selama ini, Kita salah Persepsi dunia dan Akhirat."


Teringat waktu itu, setelah lulus kuliah. Iseng-iseng, nyoba daftar sebagai Quality Control di Salah Satu Perusahaan Biskuit Terbesar di Indonesia. Sebutlah produknya biskuit yg sering teman2 makan, dan sering banyak iklannya,...

Ya, cuma iseng saja. Niru dosen saya, kira-kira Ijazah saya berlaku gak ya. Wkwkkwkwk

Akhirnya datanglah saya, karena memenuhi administrasi. Lalu ada tes, istirahat dan saat itu sudah masuk dhuhur.

Kemudian saya carilah itu Mushola. Masya Allah, pabriknya buesar sekali. Eh, tempat Sholat nyempil dan di pojokan juga. Mirip Mall Mall Besar,...

Dan tahu apa yg terjadi ?

Sepi gak ada yg sholat. Kalau pun ada hanya 1 atau 2 orang saat itu dari Cleaning service sepertinya. Setelah minimal ada temannya, akhirnya dah sholat Jama'ah.

Masya Allah, setelah sholat jadi deh saya mikir.

Begini ya kehidupan Pabrik, dan Industri. Materi adalah utama. Yang penting kerja kerja kerja. Tapi lupa, ada Tuhan yg Maha Pemberi Rezeki. Ketika Dia memanggil, malah kita mengabaikannya.

Nah, kalau saya kerja di perusahaan. Kemungkinan besar juga akan ikut arus itu. Gampang menunda Sholat dan gak bisa Sholat Tepat Waktu.

Masya Allah, akhirnya ya gak dilanjutkan. Dan menjadikan sebagai Pengalaman.

Itulah, salah satu sebab kenapa saya suka berwirausaha.

Lebih bebas untuk Ibadah, sholat, dan lainnya. Serta ternyata Uang Hasil Usaha itu tak terbatas Hasilnya. Kalau kerja ya, palingan UMR.

Masya Allah, pelajaran berharga. 

Walaupun Al-Qur'an dah sering kali mengingatkan. Bahwa urusan dunia itu hanya jangan sampai lupa. Tapi kita salah menerapkannya, karena kita menjadikan dunia yg utama. Padahal seharusnya, Akhiratlah yang Utama.


Insya Allah, sebagai pengingat buat saya pribadi, istri nantinya, anak cucu keturunannya, dan juga keluarga saya.

Semoga teman-teman, juga teringatkan dan gak salah persepsi. Bahwa Akhiratlah yang seharusnya jadi fokus dan tujuan kita. Dan menjadikan dunia sebagai ladang amal kita selama hidup di dunia. Insya Allah,..

Contact form

Name

Email *

Message *