IBX5A4B886D911B8 Tentang Apa itu Content Marketing - My Life Journey - Sunali Agus

My Life Journey - Sunali Agus

Tentang Apa itu Content Marketing

Banyak perusahaan yang gencar menjalankan promosi kreatif melalui konten. Baik yang sifatnya ringan dan menghibur, maupun yang edukatif dan bermanfaat. Inilah yang kemudian disebut sebagai content marketing.

Apa itu content marketing, dan kenapa perusahaan besar di dunia menjalankannya?

Nah, artikel berikut akan mengajak Anda belajar digital marketing khususnya tentang berbagai contoh content marketing, tujuan dan strategi content marketing yang bisa Anda gunakan.

Pastikan Anda simak hingga tuntas, ya.. 

Tentang Apa itu Content Marketing

Apa itu Content Marketing?

Content marketing adalah teknik pemasaran online dengan mendistribusikan konten yang relevan dan konsisten kepada audiens. 

Ketika menjalankan content marketing, Anda menyediakan konten yang bermanfaat bagi audiens untuk membantu mereka memecahkan masalah. 

Berbeda dengan promosi secara umum, konten yang dibuat akan memberikan value ke audiens, alih-alih meminta mereka langsung membeli produk. Dengan strategi ini, Anda bisa membuat audiens berubah menjadi pelanggan Anda dengan hubungan yang baik.

Tentunya, content marketing dapat berjalan dengan baik berkat sejumlah elemen pendukung sebagai berikut:


1. Target Audiens yang Ditetapkan 

Dalam content marketing, demografi target audiens harus ditetapkan. Seperti kelompok usia, lokasi, pekerjaan, dll. Dengan adanya data tersebut, pelaku content marketing dapat mengembangkan kampanye pemasaran konten yang efektif. 


2. Memiliki Goals yang Jelas dan Terukur  

Tujuan promosi bisnis bukanlah sekedar mengenalkan produk dan meningkatkan penjualan, tapi juga membangun brand awareness pelanggan dengan baik.


3. Keragaman Konten

Pembuatan konten yang beragam akan menjangkau lebih banyak audiens. Misalnya, membuat konten blog untuk yang suka membaca, dan konten visual untuk pengguna  sosial media.


4. Konsisten 

Distribusi konten pemasaran sebaiknya dilakukan secara konsisten, baik dari sisi waktu maupun pesan yang disampaikan. Hal ini bertujuan agar audiens kenal dengan brand dan produk yang ditawarkannya. 


5. Penentuan Platform Pemasaran yang Tepat 

Mengenali platform pemasaran yang tepat akan membuat konten promosi sampai ke audiens dengan baik. Contohnya, untuk produk yang menonjolkan visual, Instagram tentu lebih cocok dibandingkan Twitter. 

Content marketing begitu penting untuk kesuksesan bisnis. Jika dianalogikan, content marketing adalah kakinya, dan bisnis adalah tubuhnya. Jadi, bisnis akan bisa mencapai tujuan yang diharapkan berkat content marketing yang terus berjalan.


Apa Sih Tujuan Content Marketing?

Setelah Anda mengetahui apa itu content marketing, Anda juga perlu mengetahui tujuan dari content marketing itu sendiri, yaitu:


1. Mendatangkan Banyak Pelanggan

Penerapan content marketing dapat mendatangkan banyak pelanggan. Karena, Anda mampu menjangkau lebih luas audiens dengan memanfaatkan berbagai platform pemasaran yang beragam 

Contohnya, Anda bisa tengok perusahaan-perusahaan startup besar di Indonesia. Seperti Shopee, Tokopedia, dan Gojek yang gencar membuat content marketing, dan mampu menarik banyak pelanggan di Indonesia. 


2. Untuk Investasi Jangka Panjang

Strategi content marketing merupakan langkah promosi yang mampu bertahan dalam waktu lebih lama. Contohnya artikel di blog bisa diakses oleh pembaca kapan saja, atau video di YouTube dapat menarik jumlah viewer yang makin meningkat. 

Konten tersebut bisa terus dinikmati audiens dan berpotensi terus menarik banyak orang yang membutuhkan informasi yang diberikan.


3. Meningkatkan Kepercayaan Audiens

Kepercayaan audiens kepada brand tidak datang begitu saja, lho! Nah, salah satu membangun kepercayaan audiens adalah dengan content marketing. 

Ketika Anda membuat konten yang memberikan manfaat kepada audiens, mereka akan menganggap Anda sebagai expert di bidang tersebut. Dengan begitu, mereka tak akan ragu untuk membeli produk-produk Anda

Contohnya, Niagahoster menerbitkan artikel di blog untuk membantu audiens lebih paham tentang website dan dunia online. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk mempromosikan produk domain dan hosting murah yang terkait dengan kebutuhan online calon konsumen.


4. Meningkatkan Brand Awareness

Content marketing yang menarik, akan meningkatkan brand awareness audiens.

Brand awareness adalah kemampuan audiens untuk langsung mengenali suatu brand hanya dengan melihat sesuatu, baik warna, logo, image, dan sebagainya.

Dengan konten-konten promosi yang menarik dan tersebar dimana-mana, para audiens akan memiliki pemahaman tentang brand tersebut. Misalnya, di setiap konten promosi brand, mereka ingat apa yang ditawarkan dan value apa yang melekat di brand tersebut.


5. Meningkatkan Traffic

Meningkatkan traffic bisa juga menjadi salah satu tujuan content marketing. 

Dengan membuat konten-konten yang dibutuhkan audiens di berbagai platform akan membuat mereka tak segan untuk mengunjungi konten Anda. Pada akhirnya, traffic yang tinggi bisa membuat konten Anda makin dipercaya dan akan diprioritaskan oleh berbagai platform. 

Sebagai contoh, blog yang memiliki traffic tinggi akan lebih diprioritaskan oleh mesin pencari. Konten video YouTube yang memiliki jumlah like dan viewers banyak akan lebih diprioritaskan untuk masuk ke halaman beranda.

Dengan kondisi tersebut, akan makin mudah menarik banyak orang untuk datang ke website Anda setelah melihat berbagai konten di platform yang digunakan.


Apa Saja Jenis-Jenis Content Marketing?

Dengan banyaknya platform digital yang ada saat ini, tentu akan melahirkan beragam jenis content marketing. Setidaknya, ada contoh 8 jenis content marketing yang umum diterapkan, yaitu:


1.  Media Sosial

Menurut We Are Social, pengguna sosial media di seluruh dunia mencapai 4,6 milyar lebih. Sementara itu, data juga menyebutkan bahwa jumlah pengguna aktif media sosial sebanyak 191,4 juta orang di Indonesia. 

Tidak mengherankan, mengapa banyak bisnis yang mengandalkan sosial media sebagai tempat pemasaran, terutama untuk audiens di Indonesia.

Saat ini ada sejumlah platform media sosial yang banyak digunakan, seperti TikTok, Instagram, Facebook, Twitter, Pinterest, LinkedIn, Snapchat, dan lainnya. Semua platform tersebut cukup efektif sesuai dengan tujuan dan target audiens tertentu.


2. Infografis

Infografis adalah jenis content marketing yang mengandalkan visual dengan tambahan teks yang jelas dan ringkas di dalamnya. Teks tersebut memuat informasi seputar produk atau informasi tertentu, sementara visualnya bisa berupa grafis dan diagram yang berisi data faktual. 

Dalam infografis, topik yang dimuat tidak perlu terlalu melebar, jadi cukup  satu pembahasan utama saja. 

Dengan membuat infografis, Anda bisa mengkomunikasikan konten secara efektif. Karena, audience perlu waktu sepersepuluh detik untuk bisa memahami sebuah informasi dari gambar, jauh lebih cepat dibanding sekadar teks.


3. Blog

Blog adalah jenis content marketing yang cukup populer. Menurut HubSpot, salah satu alasannya yaitu blog mampu memberikan hasil pencapaian yang lebih baik hingga 13%!

Selain itu, blog juga memungkinkan Anda untuk memberikan informasi tentang suatu topik dan produk dengan lebih lengkap. Hal ini penting untuk membantu calon konsumen mendapatkan informasi yang diperlukan. 

Artinya, selain mampu meningkatkan penjualan online, blog juga efektif untuk membangun brand awareness yang lebih baik dan sekaligus engagement yang lebih intensif.


4.  Podcast

Mengutip dari Databooks, GlobalWebIndex (GWI) menyatakan bahwa persentase pendengar podcast Indonesia adalah yang terbesar kedua di dunia per kuartal III 2021. Itulah kenapa, podcast sebaiknya menjadi salah satu jenis content marketing yang harus Anda gunakan karena cukup potensial. 

Dengan membuat podcast, diharapkan pemahaman audiens tentang bisnis dan produk bisa lebih baik. 


5.  Video

Menurut riset Wyzowl, 69% konsumen mengatakan lebih suka belajar tentang produk atau layanan melalui video, lho! 

Statistik lainnya menunjukkan, 88% orang mengatakan bahwa mereka telah diyakinkan untuk membeli produk atau layanan dengan menonton konten video. Dari dua riset tersebut, jenis content marketing ini bisa menjadi andalan untuk menggaet pelanggan dengan lebih efektif.

Misalnya, jika Anda memiliki bisnis kuliner, berkolaborasi dengan seorang vlogger adalah salah satu cara ampuh untuk meyakinkan calon konsumen supaya mau membeli produk Anda. Sebab, orang cenderung mencari review dari influencer seperti food vlogger sebelum membeli sebuah produk.


6. Ebook

Blog sudah cukup baik untuk membuat konten informasi yang lengkap. Pun demikian, kalau  Anda membutuhkan konten  yang lebih panjang, ebook adalah salah satu media yang bisa diandalkan. 

Menggunakan ebook, Anda dapat memberikan informasi yang lengkap dan detail bagi para audiens. Umumnya, topik yang perlu diulas dalam sebuah ebook adalah topik yang spesifik dan memberikan banyak data lengkap, seperti hasil riset, hasil ujicoba dan lainnya.


7. Paid Ad

Paid Ad juga dapat dimasukkan sebagai jenis content marketing. Sebab, iklan juga membutuhkan konten yang menarik agar mampu menarik audiens. 

Paid Ad atau iklan berbayar adalah iklan yang disediakan oleh beberapa penyedia platform digital, dan marketer harus membayar ke penyedia tersebut.

Anda sering melihat iklan yang muncul tiba-tiba di blog, Instagram, atau TikTok? Nah, itu adalah contoh praktis Paid Ad.

Dengan menggunakan paid ads, Anda tidak mendistribusikan konten di platform milik Anda seperti blog, melainkan di platform lain seperti media sosial dengan mengikuti ketentuan platform tersebut.

Jenis content marketing ini lebih mudah untuk menjangkau audiens yang sesuai target yang ditetapkan. Alasannya, berbagai platform yang menyediakan paid ads, memiliki fitur untuk menampilkan iklan ke audiens yang tepat. Baik berdasarkan lokasi, demografi, atau produk yang terakhir dilihat. 

Keuntungan jenis content marketing ini, pemilik konten promosi hanya perlu  membuat konten, distribusi ke audiens sepenuhnya dilakukan oleh penyedia Paid Ad sesuai pengaturan yang dilakukan.


8. Email

Email juga termasuk bentuk content marketing yang populer. Menurut mckinsey.com, efektivitas email untuk tujuan marketing terbilang tinggi, yaitu 40 kali lipat lebih efektif dibanding Facebook dan Twitter. 

Email memiliki kelebihan dalam hal distribusinya yang lebih personal. Dengan begitu, pesan yang dibuat bisa lebih personal sekaligus tetap profesional. Yang tak kalah penting, jumlah pengguna email cukup banyak, sehingga potensi untuk menjangkau target lebih besar sangat terbuka.


Sekarang Anda Bisa Menerapkan Content Marketing Untuk Bisnis Anda!

Anda kini sudah tahu definisi content marketing, jenis-jenis serta strategi content marketing yang pas. Intinya, Content marketing adalah teknik marketing masa kini yang perlu diterapkan oleh pemilik bisnis mana pun. 

Teknik marketing ini tidak hanya memiliki efektivitas tinggi untuk menarik audiens menjadi pelanggan, tetapi juga dapat bertahan untuk jangka waktu yang panjang. Itu mengapa, Anda perlu segera menerapkan content marketing untuk bisnis Anda. 

Tentunya, untuk mencapai hasil maksimal dalam content marketing, Anda membutuhkan pengetahuan yang lebih dalam seputar digital marketing. Sebab, digital marketing adalah induk dari kegiatan content marketing.


Blogger
Disqus

No comments

Contact form

Name

Email *

Message *