IBX5A4B886D911B8 IP #124

My Life Journey - Sunali Agus

Showing posts with label IP #124. Show all posts
Showing posts with label IP #124. Show all posts
IP #124 "Kutemukan Kebahagiaan, Walau Hitungan Jam."

IP #124 "Kutemukan Kebahagiaan, Walau Hitungan Jam."


Tak terasa kemarin, habis buka bersama dosen wali dan teman-teman 1 perwalian. Dimana Jodoh menjadi topik utama, apalagi yang mau Lulus perkuliahan.
Malamnya sampai menjelang shubuh ngobrol sama kawan-kawan di Masjid Kampus mengenai kehidupan. Tentunya iktikaf itu yang menjadi utama.
Pagi-pagi, Alhamdulillah sudah sampai rumah, dan melihat senyum keluarga dan sanak kerabat yang ada di desa.
Ternyata, hilang suatu kecapekan dan menjadi suatu kebahagiaan.
Untuk teman-teman yang dalam perantauan, semisal bisa menyempatkan maka sempatkan. Maka kau pun akan temukan kebahagiaan. Walaupun hanya hitungan jam. Karena hanya semalam, bahkan belum sampai sehari. Namun bila belum sempat, maka bersabar itulah jalan yang paling utama.
Ya, siapapun itu. Apapun pekerjaannya. Seberapa pun pangkatnya. Pasti juga ada rasa. Yaitu rasa rindu, cinta dan kasih sayang terhadap keluarga.
-Ds. Ngrayung, Plumpang, Tuban, 26 Juni 2016 (21 Ramadhan 1437 H)-
IP #124 "Pengajaran Kehidupan. Guru dan Murid."

IP #124 "Pengajaran Kehidupan. Guru dan Murid."


Suatu sore, ada sedikit kejadian menarik bagi para siswa.
"Selamat Malam, Murid-murid, teman-teman sekalian !!!"
Tiba-tiba ada salah satu murid yang menyela, "Sekarang masih sore pak, belum malam."
Begitulah, yang terjadi ketika seorang guru masih muda. Lulus kuliah saja belum, tapi sudah mengajar.
Tapi, sang guru tidak ketinggalan untuk menarik perhatian anak didiknya.
"Tahu gak, kenapa Bapak mengucapkan selamat malam? Bapak berucap seperti itu, karena Bapak sore ini melihat bintang-bintang yang bersinar begitu terang didepan Bapak."
Ada murid yang hanya mesem, ada yang berkata, "Wah, gombal, gombal." Ada yang bertepuk tangan. Ada juga yang berpikir bagaimana membalasnya.
"Ya, pagi ini kita akan belajar sebebas-bebasnya. Tak ada batasan dalam pertanyaan dan pikiran. Silahkan tanya semua hal."
"Lhoh Pak, tadi katanya malam. Kok tiba-tiba jadi pagi."
"Hmm (sambil tersenyum)", sang guru lantas mendekatinya dan mengelus kepalanya,

"Ketauhilah Nak, tiada malam yang terus malam. Tiada kesulitan yang terus menyulitkan. Tiada musibah, yang terus menjatuhkan dan menyesakan. Tiada kesedihan, yang terus mengecewakan. Karena setelah malam, pasti akan terbit fajar. Begitulah juga kehidupan, pasti akan ada senang, ada kemenangan setelah ada ujian. Bisa jadi, cahaya tadi datang membersamainya, hingga tidak terasa malam yang telah dia alami."
Murid-murid pun ada yang sedikit menganggukkan kepala, tanda ia membenarkannya. Ada yang semakin keras tepuk tangan. Ada juga yang geleng-geleng, karena merasa heran kok masih ada guru seperti ini di zaman ini.

Contact form

Name

Email *

Message *