IBX5A4B886D911B8 Nasehat

My Life Journey - Sunali Agus

Showing posts with label Nasehat. Show all posts
Showing posts with label Nasehat. Show all posts
IP #45 "Keindahan Nasehat"

IP #45 "Keindahan Nasehat"

Bismillah,
semangat menatap semua dengan penuh positive thinking, karena semua adalah indah dan penuh keindahan,..
Tetap tersenyum kawan, janga terlalu menjadi beban pikiran yang malah akan membuatmu semakin sakit,..
Ya, ada yang menasehati kemarin, "Sun, belajarlah untuk mulai cuek terhadap pendapat-pendapat orang yang tidak begitu berharga dan hanya menjatuhkanmu",..
Ya, walau sulit. karena segalanya serasa merasuk ke hati. Tapi bismillah semoga langkah ini dan kedepan semakin membentuk jati diri. Jati diri yang lebih sukses dan lebih tinggi.


Terimakasih kawan atas segala nasehatnya. Semoga dengan rendah hati bukan rendah diri atau tinggi hati mampu mewarnai diri ini. Mohon maaf bila ada kesalahan atau kekhilafan yang sering terjadi. Semoga semua jadi evaluasi diri dan terus berusaha memperbaiki diri.


IP #29 "Terus Melangkah"

IP #29 "Terus Melangkah"

Ketauhilah, "Usia seseorang bisa saja pendek, namun namanya bisa hidup selamanya disebabkan buah dari karyanya".
Ya, kali ini. Alhamdulillah bisa menyelesaikan naskah buku karya sendiri dan tinggalmenunggu koreksi dari penerbit. Besar harapan semoga september sudah bisa terbit dan menjadi best seller sehingga banyak memberi manfaat kepada siapapun yang membacanya. Bismillah.
Selain itu, tak lupa juga turut menulis dan berusaha istiqomah di dalamnya baik di web, media massa, medsos ataupun yang lain untuk membuka wawasan, pengetahuan,dan tentunya menebar manfaat ke sesama.

Mohon kritik, nasehat, masukan, komentar atas beberapa tulisan yang telah saya tulis ataupun yang akan saya tulis kedepan.
"Sungguh teman dan sahabat yang paling aku sukai adalah mereka yang mau menunjukkan kesalahanku".
Ya semoga kedepan bisa terus memberi manfaat kepada siapapun tanpa membeda-bedakan serta tetap berkarya baik di dalam maupun di luar negeri.
IP #17 "Surat Pesan Hati"

IP #17 "Surat Pesan Hati"

Ketika begitu banyak yg berpacaran, kesana kemari bercerita mengenainya seolah tak ada dosa untuknya. Dengan bangga ia melakukan berbagai hal yg dilarang agama krn belum ada pertalian diantara keduanya yaitu nikah.
Begitu banyak yg tak suka ketika ia di ingatkan bahkan menjauhi teman-teman yg selalu menasehatinya dg senang hati dan juga memberinya teladan.


Teringat salah satu surat dari kawanku untuk ayah dari sang putri belahan jiwanya. Inilah lengkapnya,

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُه
Teruntuk,...
Bapak yang dirahmati Allah
Bapak yang telah mendidik putrinya dengan penuh kelembutan
Bapak dengan sebuah gurat kewibawaan nomor satu di keluarga
Bapak yang telah menjadi seorang imam untuk wanita yang kucintai.
Perkenalkan, aku adalah lelaki itu
Seorang lelaki asing yang mencintai putrimu
Seorang lelaki yang siap meneruskan tanggung jawab membahagiakan putrimu.
Bapak, aku adalah pria serba biasa
Aku bukan keturunan seorang ningrat ataupun raja
Aku juga bukanlah pria bergelimang harta
Aku bukanlah Yusuf dengan segala keelokan paras dan ketampanannya
Maafkanlah segala kelancanganku untuk meminta putrimu.
Wahai Bapak,
Dengan segala keterbatasan yang aku miliki
Percayalah pada niat suciku
Niatku untuk menjadi imam terbaik untuk putrimu
Niatku untuk memuliakan putrimu menjadi seorang wanita sesungguhnya
Niatku tuk memberikan teladan yang baik bagi anak-anak yang lahir dari rahimnya,
Cucumu kelak wahai Bapak
Dan niatku untuk menyempurnakan agamanya, agama kita.
Akulah pria yang akan terus berusaha memantaskan diri untuk putrimu
Pria yang selalu berdoa dan bekerja untuk memberinya rezeki yang halal dan berkah
Pria yang dengan cintanya akan memenuhi nafkah untuknya
.
Wahai Bapak dengan segala kelembutan hati,
Aku takkan merebut putrimu dari sisimu
Sebagai imam, aku akan membimbingnya untuk selalu berbakti padamu juga ibunya
Karena engkau adalah pria nomor satu dalam hidupnya
Dan engkau adalah imam sekaligus walinya
.
Wahai Bapak,
Aku memohon padamu tuk bersedia jadi guruku
Seorang guru kehidupan sekaligus seorang teladan
Aku membutuhkan bimbinganmu tuk penuhi janjiku
Janji untuk bahagiakan putrimu
Ajari aku tentang kesabaran
Ajari aku juga tentang kelembutan
Karena aku yakin engkaulah sosok yang paling menguasainya
.
Wahai Bapak,
Izinkan aku menjadi seorang sahabat baru mu
Sahabat yang senantiasa berbagi cerita dan merindukan nasihat.
Izinkan aku menjadi rivalmu
Rival yang senantiasa terpacu untuk memberikan yang terbaik untuk putrimu,
Izinkan aku menjadi anakmu
Anak yang akan berbakti dan mengabdi padamu.
IP #1 "Mesem Pertama Kalinya"

IP #1 "Mesem Pertama Kalinya"

Ya kemarin pagi, ketika berjalan-jalan menikmati Indahnya pasar seperti pada biasanya. Tawar menawar antara penjual dan pembeli mewarnai di dalamnya. Mungkin inilah makna kerukunan orang-orang dulu. Canda tawa selalu menghiasi mereka, hingga tak terasa diri ini pun bangga melihatnya. Berbeda dengan pasar modern pada umumnya yg tak ada hubungan antara penjual dan pembelinya.
Di tengah-tengah itu, teringat dulu ketika belanja pertama kalinya untuk masak bersama di kontrakan SAGA (Satria Airlangga) Asrama MIAR (Masyarakat Intelektual Airlangga). Ya karena tidak pernah masuk pasar dan belanja, seolah ibu-ibu penjual pun mengetahuinya. Teringat betul waktu itu yang mau saya beli adalah tahu dan sayuran. Sebelumnya saya pun melihat bagaimana dengan mudahnya kawan saya tawar menawar dengan penjual hingga ia dapatkan harga yang murah. Namun di saat saya sendirian yang disuruh membeli, eh tiba-tiba beliau mengejutkanku dengan pertanyaannya.


"Loh mas, kok belanja sendirian istrinya lagi hamil toh?", tanya ibu penjual tadi.
Tak tahu mengapa eh tiba-tiba terucap jawaban dari mulut ini, "Astaghfirullah, masih mencari Ilmu bu, belum nikah".

Lantas tak tahu mengapa pula, semua penjual dan pembeli di sekitar serta ibu penjual tadi tertawa terbahak-bahak.
Ya saya hanya tertunduk diam, seolah tak tahu apa yang sedang terjadi. Namun di pikiran saya saat itu hanya satu, memang wajah saya udah kelihatan seperti bapak ya, ataukah begini mereka mengikat hati para pembelinya.
Bersambung ke tulisan berikutnya kawan, ingin baca selengkapnya update terus ya,..
Ya, begitu banyak pelajaran, hikmah yang kudapatkan. Sungguh bukan riya' ataupun sum'ah namun besar harapan semoga bisa istiqomah berbagi ke teman-teman dan kedepan semoga bisa membukukan penggalan cerita-cerita ini kawan.
Bila ada salah mohon di ingatkan ya,..:)


Contact form

Name

Email *

Message *