IBX5A4B886D911B8 Pacaran

My Life Journey - Sunali Agus

Showing posts with label Pacaran. Show all posts
Showing posts with label Pacaran. Show all posts
IP #137 "Adakah Korelasi Wisuda dengan Nikah?"

IP #137 "Adakah Korelasi Wisuda dengan Nikah?"


"Sun pernah pacaran?" Begitulah pertanyaan dari beberapa kawan.
Ada juga yang bilang, "Pasti banyak nih pacarnya, apalagi di kampus dan di Surabaya."
"Hmm. Wah gak ada, wong gak pernah pacaran kok."
Pengennya sih merasakan apa yang diceritakan oleh para Ustadz dan guru-guru. Menggonceng pertama kali, berpegangan tangan pertama kali, dll setelah adanya kehalalan.
Kalau sebelumnya telah merasakan. Menggonceng terlebih dahulu, sering pegangan tangan dan lain-lain. Maka dimana letak merasakan kenikmatan? Karena semua sudah menjadi kebiasaan.
Eh, tadi pas jilid hardcover skripsi. Tiba-tiba Ibu dan Bapak petugasnya bilang, "Ya, sun. Nang skripsi, na lulus. Biar cepet nikah."
Leh bapake, tambah bilang itu. Beliaupun lantas bercerita lika-liku perjalanannya yang telah memberanikan diri sejak semester 2.
"Jika kau cinta, maka jangan berlebihan karena ia bisa menjadi benci. Dan ketika kau benci, jangan pula berlebihan karena ia bisa berubah jadi cinta."
IP #17 "Surat Pesan Hati"

IP #17 "Surat Pesan Hati"

Ketika begitu banyak yg berpacaran, kesana kemari bercerita mengenainya seolah tak ada dosa untuknya. Dengan bangga ia melakukan berbagai hal yg dilarang agama krn belum ada pertalian diantara keduanya yaitu nikah.
Begitu banyak yg tak suka ketika ia di ingatkan bahkan menjauhi teman-teman yg selalu menasehatinya dg senang hati dan juga memberinya teladan.


Teringat salah satu surat dari kawanku untuk ayah dari sang putri belahan jiwanya. Inilah lengkapnya,

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُه
Teruntuk,...
Bapak yang dirahmati Allah
Bapak yang telah mendidik putrinya dengan penuh kelembutan
Bapak dengan sebuah gurat kewibawaan nomor satu di keluarga
Bapak yang telah menjadi seorang imam untuk wanita yang kucintai.
Perkenalkan, aku adalah lelaki itu
Seorang lelaki asing yang mencintai putrimu
Seorang lelaki yang siap meneruskan tanggung jawab membahagiakan putrimu.
Bapak, aku adalah pria serba biasa
Aku bukan keturunan seorang ningrat ataupun raja
Aku juga bukanlah pria bergelimang harta
Aku bukanlah Yusuf dengan segala keelokan paras dan ketampanannya
Maafkanlah segala kelancanganku untuk meminta putrimu.
Wahai Bapak,
Dengan segala keterbatasan yang aku miliki
Percayalah pada niat suciku
Niatku untuk menjadi imam terbaik untuk putrimu
Niatku untuk memuliakan putrimu menjadi seorang wanita sesungguhnya
Niatku tuk memberikan teladan yang baik bagi anak-anak yang lahir dari rahimnya,
Cucumu kelak wahai Bapak
Dan niatku untuk menyempurnakan agamanya, agama kita.
Akulah pria yang akan terus berusaha memantaskan diri untuk putrimu
Pria yang selalu berdoa dan bekerja untuk memberinya rezeki yang halal dan berkah
Pria yang dengan cintanya akan memenuhi nafkah untuknya
.
Wahai Bapak dengan segala kelembutan hati,
Aku takkan merebut putrimu dari sisimu
Sebagai imam, aku akan membimbingnya untuk selalu berbakti padamu juga ibunya
Karena engkau adalah pria nomor satu dalam hidupnya
Dan engkau adalah imam sekaligus walinya
.
Wahai Bapak,
Aku memohon padamu tuk bersedia jadi guruku
Seorang guru kehidupan sekaligus seorang teladan
Aku membutuhkan bimbinganmu tuk penuhi janjiku
Janji untuk bahagiakan putrimu
Ajari aku tentang kesabaran
Ajari aku juga tentang kelembutan
Karena aku yakin engkaulah sosok yang paling menguasainya
.
Wahai Bapak,
Izinkan aku menjadi seorang sahabat baru mu
Sahabat yang senantiasa berbagi cerita dan merindukan nasihat.
Izinkan aku menjadi rivalmu
Rival yang senantiasa terpacu untuk memberikan yang terbaik untuk putrimu,
Izinkan aku menjadi anakmu
Anak yang akan berbakti dan mengabdi padamu.

Contact form

Name

Email *

Message *